Harus Realistis!

February 17, 2012 12 comments

Postingan ini adalah mengenai perjalanan Oriflame saya…. Selengkapnya ada di www.yuliamaki.blogspot.com ya ….
————————————————————————–

Bukannya klarifikasi atau apa siih *mana mic? INSERT PAGI mode on*, tapi ada yang nyolek saya bilang gini “Maki, hidup tuh yang realistis, jangan LEBAAAYY, impian n so on, hari giniih dreaming? Yang pasti-pasti mawon gitu lhohhh….” (yang pasti2 aja maksudnya). Ini pasti karena saya heboh di FB, hehehehe, alhamdulillah ya, FB saya bisa dipake nyari duit. Tapi tetep saya mematuhi kode etik kok, yang mengharuskan stay humble but reach higher….

Jadi gini *pasang mic*, saya sih orangnya realistis, nih beberapa buktinya:
- Nyebrang jalan ati-ati banget karna REALISTIS, motor ama mobil belum lagi truk, bis, dll, keceng2 banget, akibatnya gak nyebrang2, kekekeke….
- Harga bahan kue mahal, makanya saya REALISTIS dengan harga jual kue-kue saya di Maki Cakes, check this out www.makicakes.com #eaaaaa promosi daah….

So when I’m speaking about my dreams (kata emak upline yang baru pulang dari Bangkok, mesti ngasah bahasa Inggris biar kalo ntar jalan2 keluar negri mo belanja pake nawar ga kagok :D), ulang, when I’m speaking about my dreams, yang di Oriflame memang diajarin untuk berani mimpi, semata-mata mimpi itu saya bikin karena saya orang yang sangat REALISTIS.

Saya kenal mimpi baru setelah bergabung di Oriflame.
Saya tahu bahwa saya harus punya target jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.
Target jangka panjang itulah mimpi, yang sama artinya dengan pengharapan dan doa, yang ketika suatu saat, walaupun belum tahu cara kesana tapi arah saya mantap kesana!

I need to make it happens ! Makanya saya daftar dan kasih KTP ke emak saya tersayang yang saya yakinin bisa membimbing saya gajian 4-7 juta dalam 5 bulan n ternyata faster ga sampe 2 bulan tercapai, alhamdulillah…. Ketika impian kita selaras bersama seluruh teman-teman di team, keberhasilan itu nyata.

Yang bikin saya lebih realistis lagi,
Tetangga depan saya, anak nomer 1nya SMU, Sekolah Negeri, per bulan SPP hanya 2 juta sajaa… :D Sekolah Negeri. Tahun 2011. Tahun nanti ketika Kintan yg sekarang masih umur 6 tahun SMU? Saya nggak mau menutup mata dengan berdalih sistem pendidikan di Indonesia tidak bagus, negeri vs swasta, dll dll. Saya cuma melihat realita di depan mata. Saya hanya ingin menyiapkan itu semua ketika waktu Kintan sudah tiba, dan Kinar nanti. Nanti Kintan kuliah sudah tahun berapa ya, 1 dollar berapa rupiah kalo mau sekolahin ke luar negri, kemanaaa kemanaa, nyariiinyaaa…. kemaren denger di radio, kalo misalnya mau menguliahkan anak ke luar negri, kalo mau planning, dari umur 2 tahun si anak itu, emak bapaknya mesti udah nabung per bulannya sekian sekian.

Saya sukaaa sekali baca buku The Magic of Dream Book nya mas Rangga Umara.
Impian kok yang menuntun kita selalu konsisten berusaha, selalu gigih apapun rintangannya, selalu bangun ketika jatuh, selalu berpikiran positif walopun mengalami kejadian negatif. Mas Rangga aja sampe bisa kayak gitu, jadi sudah teruji sudah terbukti kan juragan penggorengan lele Lela ini, patut kita tiru semangatnya. Dreaming is not something that aya-aya wae, tapi sesuatu yang harus dihadirkan supaya kita punya tujuan, punya arah, atas apa yang kita usahakan setiap harinya (diajarin suaminya mbak Desiana nih, hehehe, makasih ya mbak Des sudah membawa suamimu ke Homesharing, malah aku yang belajar hehehe…). Mau ke depan komplek beli sate, misalnya di jalan ketemu tukang somay ya teteeep jalan ke warung sate, fokus pada tujuan, eeeh di jalan tau-tau ketemu sama ibu X, ngobrol, nggak jadi jalan, satenya abis, salah siapa? salah sendiri nggak fokus, yang lain udah dapet bagiannya, kita ga kebagian, heheheh, ilustrasi.

Tidak semua orang mau menerima bisnis MLM.

Iya memang beda kepala, beda hati, beda pemikiran. Kalo mau baca, MLM ini salah satu jenis sistem penjualan saja. Saya percaya karena Oriflame salah satu perusahaan yang sehat, sudah 25 tahun di Indonesia, dan terus bertumbuh. Kok banyak yang gak berhasil? I dont know. di d’BCN ebooknya sama, trainingnya sama, foundernya sama. Ya memang orangnya yang beda2 :) Yang jelas, menuju keberhasilan, nggak bisa pilih-pilih kerjaan yang enak dikerjain, yang nggak enak nggak dikerjain, soalnya sudah jadi 1 paket.

Grow bigger seperti kata mbak Dini, dewasalah, fokus pada dirimu, serap yang positif saja. Saya tahu, saya akan berhasil jika terus melangkah. Ini tadi kan ceritanya abis baca blognya para leaders yang sudah Diamond2 dst, saya yakin mereka adalah yang mental-mentalnya luar biasa, usahanya luar biasa, pun yang belum Diamond tapi tau arahnya akan kesana, mereka bukan yang ongkang-ongkang kaki refrash refresh poin aja. Rendahkan hati, supaya kita bisa menerima ilmu darimanapun datangnya, bisa menerima perbedaan dengan dewasa. Fokus saya hanya keluarga, untuk keluarga saya jalankan ini semua, dan untuk keluarga juga hasilnya, YAKIN saya pasti akan sampai juga.

Kalau perlu waktu hanya 2-4 tahun untuk menjadi seorang Diamonds di Oriflame lewat d’BC Network, kenapa tidak saya jalani? Daripada saya berdiam, saya akan bergerak menjemput Diamond’s Heaven. Saya belajar dari mereka yang sudah berhasil, saya baca kisah perjalanannya dari awal sampai bisa mencapai tangga Diamonds. Belajar dari yang berhasil, itu kuncinya, supaya tertular energi dan aura positif walaupun hanya membaca ceritanya saja :) Sudah tepat kah role model yang anda pilih? Belajar dari orang yang optimis atau orang yang pesimis? Lingkungan akan mempengaruhi cara berfikir anda juga.

. Saya cinta dengan rutinitas saya membuat kue, masih menjadi sumber penghasilan, yang berusaha akan semakin disempurnakan eksistensinya, tapi saya juga menjaga aktivitas kegiatan bisnis networking ini terus berjalan, target sudah ditetapkan, pantang mundur, kalo terus maju efeknya JELAS. Kalo mundur efeknya juga JELAS. Maju saya bergerak, income juga bergerak. Mundur tidak ada efeknya untuk upline saya maupun donwline saya, efeknya hanya saya sendiri yang akan rugi, akan jauh tertinggal, akan hanya jadi penonton di saat yang lain menemukan zona nyamannya di Oriflame. So I will keep on running. Itu yang saya pelajari dari membaca kisah perjuangan-nya para Diamonds. Ibarat lari marathon menempuh jarak yang jauh, start bisa sama, tapi karena jauhnya, karena tenaganya, siapa yang bisa sampai ke garis finish?

Saya mengibaratkan apa yang saya lakukan di bisnis ini adalah INVESTASI. Karena sebenarnya bukan berapa besarnya pendapatan kita sekarang, tapi gimana manajemennya. Penghasilan besar kalo gaya hidupnya berlebihan daripada kemampuan, juga nggak akan jadi apa2. Alhamdulillah saya masih di usia produktif, tapi saya realistis, usia pensiun orang Indonesia di umur 50-55 tahun. Di umur tersebut, saya sudah bagaimana? Keputusan itu saya ambil sekarang, dan saya jalankan. Tidak ingin terjebak di euforia sesaat, hore2 dan lalu ketemu kerilkil pertama langsung balik arah, bukan begitu caranya, harus gigih karena selalu ingat target jangka panjang yaitu ingin pensiun tenang dengan keleluasaan waktu, target menengah yaitu Diamonds Director selambatnya 2013, dan yang di depan mata, open kualifikasi Gold Director selambatnya Maret 2012 . Sudah cek Success Plan? Betapa menggiurkan gaji seorang Director ke atas, bagaimana kenaikan gajinya di setiap tangga. Matrealistis, biarlah, saya menyebutnya Realistis dan Optimis :)

Realistis bahwa jalan tidak semulus mukanya Angelina Jolie, makanya bersyukur dipertemukan dengan bisnis ini, bisa belajar dari universitas alam raya, belajar karakter-karakter manusia, ada yang A, B, C dan lain-lain. Belajar menjadi leder, tugas leader kan tupo + rekrut + curhat, hihihihihi…. It’s not easy, but it’s also not difficult, masih akan banyak canda tawa yang mengiringi perjalanan saya dan jaringan menuju tangga karir di Oriflame. We’re laughing together, share the journey together, thank you my team, semoga kita akan terus berdampingan sampai nanti di tahun-tahun mendatang.

Belajar menjadi orang yang bisa diandalkan, tidak selalu selamanya mengandalkan, belajar mandiri, makan en dandan sendiri :D
Belajar dewasa dan bijaksana menghadapi orang yang berbeda-beda.
KITA PASTI BISA.

Make a dream, have a plan, and GO FOR IT!

Ingin mewujudkan impian juga, bunda/kakak/adek/mas/mbak, pak? Yes, you can, silahkan bergabung… :)

—————
Yulia Riani
Owner of Maki Cakes & Independent Oriflame Senior Manager
Ternyata berpenghasilan dari Oriflame itu benar adanya :D
www.yuliamaki.net
www.yuliamaki.blogspot.com

Categories: Uncategorized

Barney Cake for Carnelian

February 9, 2012 14 comments

Hai haiiii… Kemana ajah jeeeennnnggg… Iya saya ada kok disini :) Januari penuh dengan acara mudik, plus sedang giat belajar bisnis yang ini dengan teman-teman… Ada yang mau bergabung juga? Menyenangkan, belajar ilmu baru, tau dunia yang lain…. :)

Kue yang ini, sepertinya biasa ajah yaaahh, tapiii ternyata, ada behind the scene nya, yang ada pelajaran berharga di baliknya, yaituuu…

“Disiplin itu Mahal Harganya”

Selama ini saya terima order, mewajibkan customer tercinta untuk isi form order di www.makicakes.com/order, supaya data ngumpul jadi satu, karna ingatan saya jangka pendek banget, pagi inget, siang ngerjain yang lain, sore bablas tuh ingatan :D, jadi saya cukup sadar diri untuk menyiapkan apa yang mesti saya kerjain secara tertulis. Termasuk menerima telepon. Pas ditelepon pesen ini itu, iya iya aja, begitu telepon ditutup, LUPA. Beneran. Saya gitu orangnya, maap yaa ^_^ dari sananya, kekekeke….

Nah pass nerima orderan yang ini, ordernya by email, nggak by form order, reply-replyan, panjuaaaaangggg bangetttt, yang saya simpulkan adalah “minta kue seperti playhouse disney yang udah pernah dibikin, ada rumah2annya di atasnya, tapi karakternya barney”. Iyaa siaaap, bisaaa! Si kue itu warnanya IJO. Jadi saya bikin kue yang ini warnanya juga IJO.

di Hari H, kue selesai, dianter kurir sore, acaranya besok paginya, dari rumah saya di depok ke Kelapa Gading. Margrib sampe. Beres.

Jam 8 malem waktu mau nemenin Kinar bobok, customer telepon, saya dimarahin, hiks, karena kenapa kuenya IJO dan bukan PINK seperti yang diminta? Hiks, mungkin rasanya, sama kayak nyolokin jari ke colokan listrik, KAGETTT BANGETT! Pink ya? kan mintanya yang spt kue Playhouse, warnanya ijo? “Bukan, saya minta PINK dan saya minta ini dirubah ke warna PINK, acara besok pagi, pokoknya PINK!”

Huaaaa nangiiiisssss, saya jawab bentar lagi kasih kabar….. Kalo ajaaa ganti warna kue bisa pake Adobe Photoshop! hiks… Papa belom pulang. Waktu itu belom bisa nyetir. Bisapun juga nekat amaaat saya nyetir sendiri jam 8 malem ke Kelapa Gading, anak-anak masih pada belom tidur, dititipin siapa?? Saya cek email reply-replyan itu, dan ternyata memang ada request warna pink di salah satu email, nggak terbaca. Efeknya? huhuhuhuhu….. tangisan tengah malam.

Jam 9 malem papa pulang, menemukan saya (jieehhh) lagi nangis di atas bantal (sinetronmodeon), cerita semua2nya, anak-anak ga jadi bobok, malah nontonin mamanya nangis “KENAPA?? KENAPAA??” kata  Kintan, diulang 30x, saya tambah panik. Paki bilang, “ya udah namanya juga nggak kebaca…. kita kesana ambil kuenya, mama benerin, besok subuh kita anterin lagi”….

Sebelom jalan, papa nyuapin Kintan dulu (Kintan makannya makan pagi, makan siang, makan sore, makan malam), nyiapin anak-anak pake baju panjang, lalu berangkat jam 10 malam ke Kelapa Gading. Alhamdulillah punya mobil, kalo gak punyapun saya yakin papa akan ngajakin kita rame-rame naik taksi…. Apapun asal kita nggak mengecewakan customer.

Jam 11 kira-kira, sampai disana, papa yang ambil, saya nungguin anak-anak bobok di mobil. Lama kok nggak balik-balik, ternyata ngobrol dulu dengan keluarga customer, mengumpulkan request. Lalu kita pulang lagi ke Depok. Jam 1 malem kira2 sampe. Minta tolong kurir Wira-Wiri untuk ambil kue ini besok pagi-pagi banget, karna kalo nganter sendiri takutnya paki masih ngantuk. Alhamdulillah mauuuu, huaaaa….

Mulai benerin kuenya. Saya angkat figurinnya pelan-pelan dan semua yang di atas kue. Membuka cover cakenya. Merapikan lagi ganachenya. Giling fondant warna pink, menutup kue, menempatkan lagi satu per satu figurinnya, bikin cover tatakannya. Sudah, jam 2 malam selesai.

Pagi-pagi Kurir Wira Wiri ambil, dianter ke yang pesen, diterima dengan baik. Makasih yaa pak zai….

Hikmahnya…. Anda bakul kue? Kalo nerima order masih suka pake email yang terpisah2? masih suka pake sms? atau malah pake bbm? Atau mungkin mengandalkan ingatan? Pertimbangkan lagiiiiiih, kekekeke, pake FORM ORDER yaaa ibu-ibu, dan kerjakan order berdasarkan itu…. Memang pengalaman mahaaall harganya, sejak saat itu pokoknya kalo order HARUS isi form order, kecuali yang udah kenal banget…. Kalo belum punya formatnya, boleh nih nyontek di www.makicakes.com/order yaaa….

Categories: Uncategorized

Jualan Kue dan Sabun untuk Hidup Sederhana

November 16, 2011 6 comments

Jualan Kue dan Sabun untuk Hidup Sederhana

by Yulia Maki | www.makicakes.com | www.yuliamaki.net

Kemarin di sela-sela LC Seminar nya Oriflame sama emakku mbak Astriani Karnaningrum, ada yang inbox saya di FB begini:

“saya suka mbak yulia dengan kue2 cantiknya, sayang banget disambi oriflame. sebenarnya apa sih yang mbak yuli lakuin di oriflame, sampai tega menduakan kue cantikmu?”

Kayaknya tuh, temen saya tersebut sangat sayang sama saya, sehingga khawatir, merasa saya sudah menodai titel saya  yang sebelumnya sudah amat sangat keren yaitu Owner & Cake Designer of Maki Cakes, dengan titel yang lain, yaitu jualan Oriflame alias ikutan MLM, hihihihi…. Oh ya tau nggak kemaren waktu Seminar hari pertama, saya pake baju blazer hitam, sepatu hitam dan kerudung maroon, anak-anak melongo, wkwkwk, “mama mau kemana?” , “mau kerja” kata saya. “Kan mama kerjanya di rumah jualan kue…” saya jawab “iya sekarang mama kerjaannya 2, jualan kue dan jualan sabun, ini mama lagi mau ketemu sama temen-temen mama, nggak tiap hari kok begini, jualan kue dan jualan sabunnya tetep dari rumah kayak biasanya”, “ooohh…. mama sabunnya namanya apa?” “Oriflame”, “oooh Orimen…” kata kintan :D hihihihihi…. Iya saya dan paki memberi pngertian ke Kintan dan Kinar bahwa pekerjaan saya adalah jualan kue, bukan owner or something cool, ya kan intinya memang jualan kue saja :D

Menuju hotel Kempinsky tempat seminarnya, jalan ditutup karna ada Car Free Day. Muter-muterlah kami, dan tetep ga bisa masuk, hiks, akhirnya parkir di sebrang HI, menuju ballroom hotel yang ada di West Mall, yang mesti jalan kaki, pake sepatu baru, dan harus ngebut karna Kinar yang baru umur 2 tahun jangan sampe lihat, kalo liat bisa minta ikut :D Sampe ballroom kaki lecet, karna west mall adanya di belakaaaang banget, meninggalkan anak-anak dan Paki yang akan nunggu seminar selesai 3 jam lagi.

Kalo dibilang meninggalkan zona nyaman, iya. Memulai dari nol lagi, iya. Padahal gak begitupun saya masih bisa eksis dengan menjalankan hanya Maki Cakes saya, iya bener. Lalu kenapa kurang kerjaaaaannnnn, wkwkwkwk… Merelakan banyak orang akhirnya mengira bahwa ooh kali usahanya sepi jadi banting setir, atau ooh kali maki udah dibrainwash tuh ama grup DBCN atau singkatnya oooh kali Maki udah stress…. :D

Pernah liat nggak loper koran di lampu merah? atau sales-sales yang ngetok pintu anda, apa yang anda lakukan? pura-pura ngga denger, ngumpet di dalam rumah? Atau tukang roti lewat depan kita deeh, kalo nggak mau beli kita melengos pura-pura nggak liat, hiyahahaha saya banget deh dulu begitu. Ketika saya terjun jalanin MLM, saya nggak lebih tinggi derajatnya dari mereka semua. Bahkan mereka jauuuuh dari sisi mental, di atas saya. Kemana saja saya selama ini? Berani saya ngetok pintu rumah orang menawarkan kue-kue Maki Cakes? Pernahkah saya merasakan penolakan? selama 4 tahun, jawabannya BELUM. Alhamdulillah customer-customer kue saya sangaaat baik, lemah lembut, kalau ada yang complain atau marahin saya karna kurang puas, iya saya terima dengan lapang dada, tapi itu nggak terjadi setiap hari. Iya karena saya sangat menjaga itu, jangan sampai saya dikomplain tiap hari sih, hihihihi, intinya, zona aman sudah ada di genggaman, tanpa saya harus edan ikut2an MLM.

Saya tau kok, semua dari kita sedang memperjuangkan masa depan, apapun yang dilakukan. Apakah itu hanya fokus mengurus anak-anak di rumah, apakah itu ke kantor, apakah itu mengurus suami, masih kuliah, sekolah, dll. Saya tau semua orang punya cara mewujudkan masa depan impiannya masing-masing. Tidak ada cara 1 yang lebih baik dari yang lainnya, semua baik menurut setiap orang, asal dilakukan dengan sungguh-sungguh. Saya juga. Semua orang berhak atas hidupnya masing-masing.

Saya tetep menjalankan Maki Cakes, asisten sudah ada 1, dan akan ada 2 insyaAllah. Dan saya juga menjalankan bisnis Oriflame. Dua-duanya harus balance. Saya sedang mempersiapkan diri saya untuk selalu siap akan perubahan, perubahan tidak untuk ditakuti tapi untuk dihadapi. Saya bergerak dari zona nyaman untuk meniti zona yang lebih nyaman lagi insyaAllah, dengan Maki Cakes dan dengan Oriflame. Saya bisa bergerak, kenapa saya tidak bergerak? Suami saya memberi ijin kok, maka saya harus buktikan bahwa saya bisa, bahwa ketika saya titip anak-anak karna sedang ada kerjaan, itu nantinya untuk membahagiakan keluarga. Saya juga harus buktikan ke bapak dan ibu saya, karna saya bertanggung jawab atas “ketidakSarjanaan’ saya karena menikah muda lalu punya anak :D . Saya harus buktikan bahwa itu bukan halangan untuk bisa berhasil, saya nggak sarjana pak, bu, tapi insyaAllah biarkan saya mengurus masa pensiun bapak dan ibu tercinta, yang sudah susah payah membesarkan saya dan menyekolahkan saya, tapi lalu mengijinkan saya tidak meneruskan kuliah untuk sesuatu yang saya yakini waktu itu, yaitu menikah di umur 20 tahun, jiyaaahhh kekeke, tanggung jawaaab boo :D

Uang bukan segalanya, segalanya tidak hanya bisa diselesaikan dengan uang. Iya betul sekali. Paki suami saya, orangnya sederhana banget, simple, sabar. Dulu ketika kami tinggal di rumah kontrakan petak, hidup sederhana, bahagia. Pindah ke depok punya rumah sendiri tipe 36, hidup sederhana, bahagia juga. Lalu pindah ke rumah yang ukurannya 2x rumah yang lama, hidup sederhana,  juga masih bahagia. Artinya kehidupan beranjak naik pun, paki tetap bahagia, karna kami menjalani semua dengan sederhana. Sederhana, ketika kami pilih sekolah buat Kintan, mikirnya juga sederhana, sekolahnya bagus, sekolah karakter, Kintan suka, maka sederhana saja, oke mari kita bayar dan Kintan sekolah disini, itulah makna dan indahnya hidup sederhana, boleh setuju boleh tidak, hidup sederhana tuh begitu kalo saya dan paki, hihihihi… Hanya satu yang nggak sederhana dari paki, hobinya, sepedaan, dan sekarang bonsaiii, argrhrhrhrh maak, ruwet banget dahh…

Jadi, saya berlecet-lecet pake sepatu baru jalan ke hotel Kempinsky untuk seminar, itu bukan dalam rangka mengejar materi dan menjadi orang matrealistis, saya hanya ingin hidup yang sederhana, yang mudah untuk keluarga saya sekarang dan nanti. Sekarang semua sederhana, tapi nanti mungkin level sederhananya naik, ketika anak-anak kami sudah SMA, sudah kuliah, ketika kami orangtuanya tidak bisa kuliah untuk menambah title/gelar di belakang nama kami, maka saya sebagai ibu, yang harus saya lakukan adalah take action mulai dari sekarang, insyaAllah ya, semoga, nangis kemarin saya di seminar mengingat bahwa saya lakukan hal-hal ini demi orang-orang yang saya sayangi, nangis saya waktu inget suami, yang hanya dengan sederhana selalu bilang “iya ma, aku support semua yang mama lakukan”, iya pa aku janji akan melakukan yang terbaik di hidupku, untukmu, untuk anak-anak, untuk bapak dan ibu, dan untuk semua orang yang mau bekerja keras supaya hidupnya bisa berubah,…. Saya janji….

Yulia

www.makicakes.com | Custom Design Cakes

www.yuliamaki.net | My Oriflame with dBCN family

*untuk Papa, Kintan, Kinar, bapak, ibu… kakak dan adik2ku…

*untuk teman-temanku di dBCN yg sudah percaya padaku di saat2 awal ini….mbak Astri mamahku tersayang,  Vega, Siany, mbak Elly, mbak Retno, mbak Rhien, mbak Desiana, mbak Dede, mbak Ayu, mbak Yuli, mbak Lina, Esthi, Mike, mbak Selly, Heni, mbak Reni, mbak Sari, mbak Tanti, mbak Irene, mbak Susi, Gendik, Niken, mbak Feiby, mbak Santy, mbak Diana, mbak Fera, mbak Meris, mbak vanny, dll yg belum pernah aku colek maafin yaa, mulai sekarang aku pegangin semua yaaa, jangan lepas yaa, yakin disini kita bisa lebih baik dari sisi kepribadian dan finansial….
*mbak Winarsih terima kasih inboxnya :)

Categories: Uncategorized

Karena Saya takut

October 23, 2011 9 comments

Karena Saya takut

by: Yulia Maki

 

Dulu niiih saya…

 

Kenapa saya nggak mau keluar dari perusahaan telekomunikasi (yang kebetulan sudah punya nama besar) padahal status saya kerja disitu cuma karyawan kontrak yang gajinya cukupnya hanya untuk bayar kos dan makan dan beli kaos baru hanya selembar sebulan sekali (kalo cukup)? KARENA SAYA TAKUT nanti kalo ditanya orang kerja dimana jawabnya nggak keren lagi kalo nggak kerja di perusahaan itu :D Karena saya takut kehilangan teman-teman di komunitas tempat kerja saya lagi, karena saya takut nanti temen kerja saya kalo pindah nggak sebaik yang ini. Walopun saya juga takut kalo begini terus kapan saya majunya dari sisi finansial saya, kan pingin kalo ke mol ya beli gitu ga liat2 aja, qiqiqiq, pingin juga kalo makan di restoran, gak nunggu traktiran boss ulangtahun atau ditraktir pacar (dalam hal ini jarang yaah nek paki itu ngajak ke restoran, diajaknya selalu makan di kaki lima dengan alasan “mau ngetest kalo udah jadi istri bisa nggak diajak hidup susah” kakakakakaka *udah tau begini saya mau2nyaaa juga dilamar, wkwkwk*)

 

Dan lalu tapi akhirnya saya pindah kerja karena kepepet.

 

Bekerja saya di sebuah kantor pembuat software yang sebenarnya nih ya sumpah saya nggak ngerti apa yang saya lakukan disitu :D Saya punya kerjaan rutin, tapi saya nggak paham apa sih yang saya tulis itu, apa sih yang saya ketik itu, saya cuma jadi tukang ketik aja, tapi saya nggak keluar juga, saya tetep ada disitu, kenapa? KARENA SAYA TAKUT saya nggak punya penghasilan lagi kalau keluar kerja sedangkan uang dari hasil jualan kue masih kadang ada kadang tiada, kekeke dan karena saya takut dianggap nggak keren karena cuma jadi ibu rumah tangga.

 

Dan lalu tapi akhirnya saya keluar kerja juga karena kepepet, sudah jadi ibu rumah tangga pun nggak papa!

 

Lalu dehh saya terusin hobi dan usaha bikin kue ya walopun ada rasa takut ini kue mau saya jual ke siapa, saya nggak kenal siapa2, di Jakarta nggak ada saudara, temen kantor pun nggak punya. Jujur aja semua yang beli waktu awal2 dulu mungkin karna kasian, huahahahaha… Ada mbak Ade yang sama2 orang depok, saya inget bener, jam 4 sebelum subuh saya harus nganter brownies beberapa buah karena mau dibawa ke kantornya berangkat jam 5 pagi. Dan saya jalani. Merintis dari bawah ya harus niat, harus mau susah, harus pegang komitmen walopun yang saya jual cuman dagangan seharga 30ribu satunya, belum ratu-ratusan ribu atau jutaan seperti sekarang. Komitmen dan kerja keras itu modal utamanya, apapun dagangannya, kalo minumnya ya teh botol sosro :D

 

Ada Indah juga mantan temen di kantor yang pertama dulu, pesen blackforest, aduh biyung inget saya rumah saya udah kayak Titanic tapi versi ancurnya, huakakakaka, dari dapur sampe ke teras berantakan semua karna saya belum tau gimana sih kerja yang rapi, semuanya awur2an, daster belepotan coklat dan krim, dan saya bikinnya dari malem sampe siang baru selesai itu kue 1 biji, dengan bahan yang kebuang banyak sekali karna sempet bantet, gagal nempelin coklat, dll.

 

Satu demi satu saya foto, saya pajang di internet kue dari yang nggak karuan sampai mulai berbentuk, foto kue di www.flickr.com/chefwannabe, dari yang hasil kue seminggu 100 ribu, kadang juga ga ada untung cuman dapet capek hanya karena mengejar portofolio mau membuktikan bahwa saya bisa ngerjain kue yang diminta customer walopun harga diteken sampe penyet, saya jalani.

 

Itulah harga dari pelajaran. Saya belajar sambil jalan, sambil belajar saya praktekkan.

 

Sudah jalan usaha kue, saya ingin pencapaian yang lain. Saya pingiiin sekali bisa nyetir mobil, walopun saya cuma gape naik sepeda onthel, haiahihaihaia, sepeda motor nggak berani, pun nyebrang jalan kaga berani neeek, huhuhuhuhuh, bisa sejam berdiri kaku di pinggir jalan, tanya paki, makanya jaman ke kantor dulu selalu saya dianterin sampe depan pintu kantor, nggak pernah sekalipun ditinggal disuruh nyebrang jalan karna paki tau saya ga akan nyampe kantor kalo disuruh nyebrang, hiahiahiahia…. Kayak begitu kok pingin bisa nyetir mobil, kekekek… Tapi tunggu dulu! Akhirnya saya ikut kursus nyetir. Kursus yang pertama, saya stress berat. Katanya kalo mau pelan injek rem, kenapa kalo remnya saya injek mesinnnya matii???? iya bu, kan kopling harus diinjek juga, kata guru saya. Ngapain ada benda namanya kopling sih?? bikin susah hidup aja!! dst dst yg intinya saya sebel, sebel karna ga bisa-bisa hahahaha.   Akhirnya kalo bete, saya ajakin guru saya pulang cepet atau makan bakso :D. Sampe akhirnya jam pertemuan habis, aku masiiih seperti yaang duluuuu… Ga bisa nyetir dan tambah benci sama mobil.

 

Apa yang salah? Yang salah adalah saya tidak mau membuka diri menerima ilmu baru, saya terlalu sombong, bisa lho saya bikin kue model tas model apa deh name it yg kece2, tapi itu ga ada hubungannya! nyetir is harus tau teorinya dan harus berani praktek. Ok, manusia boleh salah tapi dia juga berhak memperbaiki kesalahannya. Saya ambil kursus lagi, bismillah saya MAU BISA!  Jalan dehh mobilnya, pelan2, kadang mati mesin sampe diteriakin orang, kadang spionnya saya tabrakin :D

 

Sekarang saya sudah punya SIM, bisa mandiri kalo deket2 ga usah minta dianter paki. Walopun pernah hampir nyemplung got, nabrak bemper motor sampe penyok, iya itu harga dari pengalaman.

 

Sekarang saya konsultan produk Oriflame. Saya jalanin MLM via dBCN di www.yuliamaki.net , yg setelah saya tau ini menjanjikan lho, tapi hanya bagi yang mau sungguh-sungguh dan kerja keras! Yang tidak tau, mau untuk belajar sehingga tau. Yang kalau sudah tau mau praktek sehingga maju. Yang selalu melihat kesulitan dengan pandangaiin positif, sehingga daripada cuma ngedumel lebih baik puter otak dan maksimalkan ikhtiar sehingga menemukan jalan keluar. Saya temukan ini di komunitas dBCN.

 

So, how long can you go? apakah bener tekadmu sudah lebih besar daripada gengsimu, kalau belum melangkah saja sudah takut? Apa benar kamu sudah berusaha sekuat tenaga kalau yang namanya takut yang munculnya sebenarnya dari pikiran-pikiran yang belum terjadi saja tidak bisa kamu kendalikan?

 

Yang punya impian besar, tekadnya harus besar, kerjakerasnya harus lebih besar.

 

Produknya oriflame kan luas sekali,ada kosmetik, ada sabun, shampo, buat anak2, buat dewasa, katalognya pun menarik, ada juga katalog online, ada dBCN yang mendukung pengembangan diri kita sbg konsultan, ada upline yang siap menjaga amanah membimbing downline belajar. Think positively!

 

Takut dijauhi teman karna nawarin member atau produk? Takut dibilang lagi BU sampe jualan sabun dan lotion? Teman, berjualan itu salah satu pintu rejeki yang sangat dianjurkan, dan saya yakin seyakin2nya bahwa itu PEKERJAAN MULIA daripada jadi koruptor atau menipu orang minta pulsa, kekekek, ampun dehhhh…  Kalo mau tau, Motivasi dari team saya beda2, ada yang ingiiiin sekali supaya bisa resign menemani anak di rumah tapi tetep dapet penghasilan dengan jalanin bisnis ini. Ada juga yang sudah resign, tapi ingiiin sekali bisa mandiri finansialnya… Ada juga yang sudah bakulan sukses kemana2 tapi ingin menggapai impiannya yang lebih besar lagi. Semuanya impian positif.

 

Apa impianmu? Apa yang akan mengantarmu pada impianmu itu? Apakah tekad dan bukti bahwa kamu memang mau kerja keras mengejar impian-impian itu? Atau cuma diam jadi penonton dan membesarkan rasa takut?

 

Itu pilihan! :)

 

Salam,

Yulia Maki

Independent Oriflame Consultant

www.yuliamaki.net , gabung ya!

Categories: Uncategorized

Mengalahkan Ego, Gengsi daaaan… Alergi (edisi lengkapnya)

October 18, 2011 7 comments

Mengalahkan Ego, Gengsi daaaan… Alergi
by: Yulia Maki

(saya nggak suka nanti dikira kasih jebakan, nulis panjang2 taunya nyuruh ikut MLM, hahaha…. Jadi, ini tulisan mau cerita gimana saya yang “anti setengah mati walopun di dunia kerjaan itu cuma 1 yaitu MLM saya nggak akan ikutt! grhrhrhrh musnah kau MLM!” dan dalam perjalanan hidup saya akhirnya saya ikutan, hihihihi. Saya nggak mudah takluk oleh iming-iming puluhan juta (sombong yaaah, hahaha), tapi akhirnya saya takluk oleh “sebab” yang lain.)

Saya tau mbak Nadia, iya gimana nggak tau, jaman 4 taun yang lalu waktu saya masih ngantor, udah ada tuh tiap buka internet ada iklannya, hahaha, pake banner yang menyala-nyala gonjreng, dalam hati, siapa sih ni orang yaaa, rese dehh, lagi asik ngeblog jugaaa (ngeblog kue gosong, kue bantet, kue rasanya nggak karuan, kikikikik…dulu tuuuh di chefwannabe.wordpress.com), kok ini ngiklan melulu… Apaa? uang jutaan dari internet? undian kaliiik, gak percaya, mau cari uang ya kerja, ga ada begitu-begitu. Lagian saya nggak kenal orangnya, egepe.

Terus kemudian, saya resign dari kantor, karena merasa saya “begitu-begitu” aja dan lebih cinta ngerjain kue daripada ngerjain sesuatu yang nggak saya minati. Di perjalanan jualan kue, pesanlah itu yang namanya mbak Nadia, eh ada beneraaan orangnya yg di iklan2 ituu, hahaha, saya panggilnya ibu boss Oriflame, karna imagenya ya itu, nggak ada lain. Sekarang saya baru ngeh ya, itu adalah efek dari iklan yang gonjreng-gonjreng yang sering muncul itu, image mbak Nadia adalah penjual Oriflame sudah terbentuk gitu di otak saya, gak sadar sayanya, hahaha….

Jalan lagi saya jualan kue, dari kue biasa-biasa aja, sampe sekarang high fashioned cake, jiaaah, klepek-klepek gak, hihihihi, dari yang saya lulusan STM yang gak lulus kuliahnya ini menganugerahi titel pada diri sendiri “Cake Designer”, kekeke, setress ga punya titel sarjana, hahaha… :p Dari rumah yang kecil sampe kamarnya kepenuhan sama alat-alat kue sehingga mengharuskan ekspansi ke rumah yang lebih gede, dan dengan hasil jualan kue juga terbeli lah rumah itu. Dari ovennya tangkring yang kalo ada pesenan kue 4 loyaang, aja, ngovennya harus gantian satu-satu, satu loyang 1 jam, 4 loyang ya 4 jam, belom kalo ada yang gosong nangisnya 2 jam sendiri, total 6 jam, gak tiduuuuurrrrr… Nganter kue dulu dibonceng papa naik motor sambil kita berangkat kerja jam 6 pagi, nganterin kadang dibukain pintu sama yang punya rumah kadang di depan aja nunggu lama, udah lama yang keluar pembantunya aja, kekeke, kesiaaan deh…. sampe kemudian kami bisa beli mobil, menerima orderan kue pengantin, pesta, masuk ke tempat-tempat/hotel mentereng, hihihihii…. Bukan pamer. Hanya menunjukkan kalo kita kerja keras masak sih nggak menghasilkan apa-apa, ada lho, kuncinya cuma jangan menyerah, ups and downs itu ya pasti, terima, telen, kalo biasa nelen yang pahit, yang manis akan terasanya muaniiis banget :D

Terus, saya masih deh asyik jualan kue. Eeeh si iklan gonjreng itu tambah banyak, cuman sekarang pemeran utamanya selain mbak Nadia juga banyak, hahahaha, looh itu kan di temen saya bakul kueh, looh itu kan si temen saya ngeblog dulu, looh itu kan… itu kan???? Penasaran doang, tapi GENGSI. Ngapain yeeh join MLM, memang dari jualan kueh saya nggak bisa hidup makmur? berapa sih dia bonusnya? ah gedean saya tau… Oh dia pamer status dari MLMnya dia bisa beli barang X baru, diiih saya juga bisa beli, 5 malah! week… :p Begitu melulu tiap hari karna itu status FB para penganut dBCn itu sehari ada 50 kalik yaaa, bayangin 50x ngedumel dalam hati karena merasa harga diri saya dirongrong tiap hari (jiaaah kegeeran, siapa juga yang merongrong, kakakaka). Terus saya amati deh satu-satu mereka yang MLMan itu. Suka ngetag2 temen-temennya gituuuh, dikasih semangat, disupport dengan kata-kata positif, diem-diem saya suka bacain, qiqiqiq, baca kan nggak bayar, lagian kan mereka nggak tau, kekekeke….

Terus saya terdampar di blognya salah satu orang yang sudah sukses MLM Oriflame. Orang beneran pasti ya, hahaha. Gajinya sebulan gaji saya kerja kue 10 bulan, hahaha. Nggak, bukan materinya yg mau dibahas. Suaminya kerja kurang sukses apa, suaminya kurang nyukupin apa, tapi beliau tetep tuh ngerjain ini, sampai bisa levelnya tinggi sekali. Takabur saya selama ini, membanggakan apa yang sudah saya punyai, padahal hidup bergerak terus. Yang saya hasilkan selama ini mungkin cukup untuk saya dan keluarga saat ini, saat nanti? belum tahu yaa… Walaupun kue tiap tahun harganya naik, pun mengadakan kursus juga saya lakukan, siapa asetnya? asetnya saya. Gimana kalau ada apa-apa sama saya? -naudzubillah- Saya cinta dengan dunia kue, cinta sekali, tapi ingat….LAPANG SEBELUM SEMPIT. Menikmati yang ada sekarang ya harus, tapi berfikir ke depan ya harus juga.

Saya punya HP. Saya punya internet yang aksesnya unlimited di rumah. Saya punya teman-teman. Bisa lah yaa saya ikut2an itu dBCN, tinggal mau apa tidak, mau apa tidak, mau apa tidak. Apa yang kurang? yang kurang adalah obat anti alerginya, ga ada yang juwaaaaal, kekeke, penonton kecewa :p masih tersisa tuh hari demi hari rasa alergi sama MLM. Saya kikis dikit-dikit. Kebayang nanti kalo alergi udah hilangpun, saya masih menghadapi satu medan laga yang berat, yaitu minta ijin papa, hiks hiks. Suami saya itu denger MLM aja mendelik, muka imutnya bisa ilang dalam hitungan seperlima detik, hiiiyyy gimana dong… :( Ya sudah saya googling lagi, memantapkan hati lagi, kalo hati nggak mantep mana bisaaaa mantepin orang lain. Ada 1 malam saya nggak bisa tidur, browsing sampe mata saya pedes, tekadnya paginya mau menyakinkan papa, mana paginya ada kursus pula, huahaha, waktu Kintan udah berangkat sekolah, duduk-duduk saya di teras sama papa, sambil liat jam, waktu menunjukkan 1.5 jam menuju kursus dimulai, ya sudah ini waktunya:

M(mama) P(papa)

M: Pa, aku mau ikut itu dBCN itu yang MLM Oriflame ituuuu…

P: mendelik

M: (hadapi hadapi hadapi, jangan cengar cengir nanti dikira ngga serius :D, jangan jiper juga, tenang aja :D)

P: why? *sok enggres padahal asli Turen, Malang, kikikik….* biasanya sih orang MLM suka pamer kekayaannya, omongannnya tinggi, aku nggak suka. Apa yang kamu cari? masih kurang keadaan begini? Kan sudah tinggal menikmati yang ada ini, mau kerja ya kerja, mau libur ya libur, nemenin anak2 nggak perlu ke kantor…

M: *jiahhh mari kita mulai* Lho jangan digeneralisir dong, ya nggak semua yang menjalankan MLM begitu. Banyak kok temen2ku yang jalanin MLM, nggak cuma Oriflame, produk lain juga, itu orang-orang yang aku kenal paa, bukan yang dari antah berantah aku nggak tau dari bukan apa2 sampe bisa sukses, tetep low profile kok. Dan nggak semua kok pamer-pamer begitu, eh ada yang keluarga besarnya diumrohin, ada yang hasilnya untuk bantu orangtua, sekarang kita sudah bantu orangtua, apa salahnya membantu lebih? kuliahin adik-adik? Atau bantu saudara-saudara nanti kalau ada yang butuh. Bapak ibuku mau pensiun sebentar lagi, aku nggak mau mereka hidup hanya uang pensiun, aku mau mengistimewakan orangtua, yang dulu sudah membesarkan aku sampe gini, biar ketika pensiun mereka istirahat, waktunya kita yang kerja. Masak kita mau ngeribetin orang tua terus. Memang sih kalo lebaran kita pulang kampung orangtua sudah lebih dari senang, ya begitu aja masak?  sama orangtua ya jangan secukupnya aja, jangan dong… Yang penting tujuannya untuk apa dulu, kalau tujuan baik kenapa nggak boleh… *ngotot mode on*

P: (diem, mikir ya mungkin qiqiqi, tapi waktu nyebut orangtua, as always, ngembeng gitu matanya, mau nangis aja, papa memang sayang sekali sama ibu dan bapak)

M: (lanjut) Ngggak usah mikir gengsi pa, kenapa, kita dulu jualan kue naik motor juga nggak papa, nganter kue keujanan juga nggak papa, awal-awal jualan kue diketawain orang juga nggak papa jalan terus, ngapain gengsi, aku sih udah buang gengsi, itu di buku Titik Balik kan dibilang, kalau mau jualan, buang gengsi jauh-jauh. Orang hebat itu yang bisa ngalahin gengsi pa, bukan yang melihara gengsi. Mana boleh bayar SPP Kintan pake gengsi, ya pake uang, uangnya dicari, gengsi ga ada gunanya. Aku kan istrimu (qiqiqiq, ya eyalaaah, kata2 macem apaaah ini), aku orangnya konsisten, kamu percaya kan? dibeliin mixer ya aku jalanin kue dengan sepenuh hati, dibeliin leptop juga aku pake jualan sepenuh hati, karna kalo sudah terjun ya aku all out pa, nah kalo diberi ijin jalanin MLM ya aku akan sepenuh hati juga… (wekekekeke) Aku ini di rumah pa, kerja di rumah, nggak kemana-mana, aku seneng punya komunitas, buat pergaulan lah ya, setress di rumah kalo ngomongnya sama gilingan fondant melulu, nah kalo orang-orang dBCN itu kalo pas aku ngintip statusnya nih, mereka selalu kasih aura positif, semangat, nggak boleh gampang ngeluh, nggak boleh nyerah, aku seneeeng ngumpul sama orang-orang yang begitu, efeknya bisa bawa kita positif juga…

P: (masiiih diem, tapi mulai senyum, kekeke…)

M: Gini deh, boleh deh kalau mau kasih aku waktu, setahun dua tahun ngerjain ini ya, ya, ya? nggak kemana mana ngggaaaak, bisa dari rumah aja pake leptop doaang, sama BB. Kalo ini udah jalan pa, kamu mau ekspedisi keliling dunia bawa sepedamu ya boleh (huahuahuah intinya, pegang mimpinya apa, kabulkan :D), mau keliling indonesia ya boleh, sana deh main….

P: ehmmm… Ya sudah kalau kamu sudah yakin, sesuai prinsip di keluarga kita, prinsip kebebasan mengeksplorasi diri, silahkan… Bagus juga sih tujuannya, bagus… bagus… aku selalu mendukung kok…

Maaak, suami sendiri, susah ya, hahaha, dari mendelik, sampe akhirnya bisa senyum mengiyakan. Meyakinkan suami tuh ya, beliau harus yakin seyakin-yakinnya dulu, sebelumnya harus kita tentunya, barulah bisa menjalani ini dengan sepenuh hati, karna semua yang dikerjakan harus seijin suami (kecuali belanja atau beli-beli pake uang sendiri, kekekek). Oh iya, cerita di atas adalah garis besarnya aja, kalo ditulis semua capek bacanya qiqiqiq.

Terus sudahnya, cara mainnya gimana? Mari kita jadikan ini tantangan. Yang sukses banyak, yang menyerah lebih banyak lagi, kekeke, itulah dunia, saya maunya yang berhasil dong, nggak “siapa tahu berhasil”. Kalo ga berhasil malu sama papa, kekekeke…. Ini adalah web member punya saya, ini BUKAN JEBAKAN, hahahaha, ampun deh saya bertahun-tahun ga mau ngisi alamat email disitu karena takut langsung direkrut jadi member trus disuruh pake seragam putih bawahan item keliling komplek nawarin produk, enggaak ternyata, hahahaha…. http://www.dbc-network.com/?id=yuliamaki  itu ada form yang tulisannya TERTARIK UNTUK TAHU LEBIH LANJUT? nah disitu ngisinya, nanti dikasih tau gambaran garis besarnya. Kalo sudah mantep, dan suami mengijinkan, barulah nanti klik yang GABUNG SEKARANG, nah itu baru masukin data detail untuk jadi member, barengan saya, nanti pasti dibantuin kok. Jadi nggak usah takut ya, hihihih… Saya nggak akan paksa-paksa orang kok, kalau mau ayo, nggak mau ya nggak saya paksa, saya start dari 0, kalau mau bareng saya ya ayo.

Sudah banyak yang ikut? mbak Nadia yang udah berhasil itu ada di paling atas dan kita jauuuh banget hirarkinya di bawah, jadi cucu cicit cecurutnya doang dong? Deuuh enggaaak… *nunjuk aplenku mbak Astri yang 2 tahun aja Sapphire Director gajian 20juta hihihih, salip-salipan sama yang udah duluan gabung bisaaa, karena semua online nggak harus ketemu muka face to face jelasin ini itu, kalo cara yang konvensional perlu belasan tahun kali yaa…*

Bye bye gengsikuuu dan semoga gengsi-gengsi temen-temenku semuaa! Yuk biar ketularan aura positif!

 

Yulia Riani
owner http://www.makicakes.com
http://www.dbc-network.com/?id=yuliamaki

Categories: Uncategorized

Edisi Belajar Nyupir & Jadwal Kursus Oktober

September 26, 2011 1 comment

* *  Kursus Cupcakes ada lagi tanggal 25 dan 26 oktober yaa, bisa pilih, yang mau daftar silahkan email ke yulia@makicakes.com atau sms ke 08128008008, dengan subject daftar kursus dan tanggalnya… :) * *

Halo halooo, hihihihih… Saya kembali lagi deh nih, maap yaaa, dikarenakan masa paceklik, paceklik asisten, kekekeke…. Sekarang mah bukan presiden amerika yang jadi penguasa dunia, penguasa dunia adalaaaah asisten rumah tangga :D Apa? Saya salah? hahahaha…. ngaca deh yang bilang salah…. Ibu2 berhenti kerja kebanyakan karna apaaaa… karna asistennya duluan yg berenti kerja, hihihihi… Ibu2 yang tadinya dandan kece beredar ke mol eh sekarang pegang sapu dan pel2an karena siapa? karna presideh amerika? ah bukaaaan, ya masiiih karna asisten rumah tangga, wkwkwkkww…. :p Iya dikarenakan embak saya mbak Indun anaknya mulai sekolah TK, jadi sekarang kalo pagi nganterin sekolah TK, siang baru balik, nggak bisa seharian di rumah kayak dulu… Sehingga saya harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, karena asisten kue juga lagi nggak ada. Tapi kemaren saya survive juga 2 bulan tanpa asisten kue, hhihihihi…. Ya inget2 jaman dulu, nggak ada asisten, rumah ngontrak, apa2 sendiri, eh bisa hidup kok… Yah apalah gunanya tidak bersyukur sama keadaan, yang penting yah dinikmati saja… Dinikmati capeknya, remuknya, wkwkwkwkw, peace :D

Oh iya, sekarang udah punya SIM niiih, jiaaaahhh, kakakaka…. Beneran, suer… Ternyata libur kue sebulan ini ada manfaatnya juga… Saya ambil lagi kursus nyetir, kali ini dengan tekad sebesar gunung merapi, bahwa saya harus bisaaa harus harus harus!! Penyemangat saya antara lain, temen2 yang kursus kesini, eeeh rumahnya jauh2, eeeh bawa mobil sendiri gitu2 yaa berani, hebaattt, sesuatu banget, qiqiqiqi…. Saya jadi melek gitu, eh jangan kue melulu yang dipelajarin, hal lain juga harus, apalagi kalo disini nih, mana ibu rumah tangga, mau jalan2 aja pasrah kemana Paki membawa hahahhaa…. Perjuangan ternyata belajar nyetir itu, karena keahlian begini harus bener2 dipelajari, mana bisanya cuman naik sepeda jengki, eerghhhh, jadi waktu kursus itu dibahas kopling dll, nggak mudeng sama sekali, mana mesinnya mati2 melulu, mana kalo di jalan tanjakan mobilnya mundur sendiri, huaaaa, akhirnya ngambek sama yg namanya mobil, loe gue end dahh tamaattt ga mau lagi belajar! Lama-lama sadar sendiri, Kintan pengen les berenang, ngga ada yang nganterin, mikir2 lagi, ya sudah deh tekad belajar lagi. Walopun susah ya ditelateni aja, untung sekali dapet guru yang superrrr sabar….. Walopun nyetir itu kalo dipikir resikonya ya bahaya, tapi kalo yg dipikirin resiko melulu ya nggak bisa-bisa, yang penting ya hati2 dan tau diri masih beginner, jalan pelan2 aja di pinggir, yang penting selamet.

Oh iya, Jadwal kursusnya udah ada di web www.makicakes.com/kursus yaa… Kalau ditanya apakah saya punya sertifikat darimana untuk ngajar, saya nggak ada sertipikat apa2, saya cuma punya KTP dan Kartu Keluarga, kekeke…  :D saya hanya mentransfer ilmu yang saya punya, dan yang saya praktekkan selama ini. Kadang-kadang, ada yang minta kursus tertentu, tapi saya belum pegang bener ilmunya, maka saya nggak akan mengajarkan. Lha kadang2 teori yang saya pake masih teori coba2 hihihihih, kalo belum teruji paling tidak 10x ya belum akan diadakan kelasnya.

Ini jadwal kelas untuk bulan Oktober ini yaaa… Maaf kalau beberapa bulan lalu kursusnya sempet berhenti, hihihihih, alah biasa lah dehh yaaa, emak2, banyak urusannya :D kemarin2 pesanan kue banyak sekali, jadi ngga ada waktu nyempetin ngadain kursus, hanya yang privat-privat aja.

Silahkan dicek ya, detail materinya ada di bawah ini.

JADWAL KELAS

Tanggal Materi
Selasa, 4 Oct   Cupcake Fondant 2D & 3D
KUOTA: 4 PESERTA ; BIAYA @500.000  ; WAKTU: 08.30 – 14.30
- Pengenalan fondant, pengenalan alat, aplikasi, tempat berbelanja pernak pernik dan alat dekorasi.
- Demo membuat adonan cupcake coklat, tanpa mixer, mudah dan enak, baking sampai matang.
- Setiap peserta medapatkan 9 buah cupcake, masing-masing akan dihias figurin 3 dimensi dan hiasan 2 dimensi (temanya spt gambar di bawah ini ya)
- Karena ini adalah termasuk kelas yang basic, alat yang digunakan seminimal mungkin sehingga bisa praktek kembali di rumah tanpa harus membeli alat-alat lagi.
Kamis, 13 Oct Cake Fondant Round
KUOTA: 4 PESERTA ; BIAYA @800.000; WAKTU: 08.30 – 14.30
- Pengenalan fondant, pengenalan alat, aplikasi, tempat berbelanja pernak pernik dan alat dekorasi.
- Demo membuat adonan cake coklat dan chocolate ganache (pelapis kue) dengan perbandingan tertentu.
- Setiap peserta praktek mengisikan isian/filling lapisan cake, memoles dengan halus semua sisi cake sehingga sisi2nya rata sempurna.
- Belajar menentukan kesesuaian padu padan warna & mencari ide sesuai tema.
- Praktek menggiling fondant dengan ketebalan tertentu, praktek covering cake  dan covering tatakan dengan fondant tsb.
- BONUS: Belajar basic airbrushing.
- Membuat figurine/patung dari fondant untuk hiasannya, serta ornamen2 pendukung.
- Belajar memposisikan hiasan2 agar terlihat berimbang dari semua sisi.

 
Jumat, 14 Oct Cupcake Fondant 2D & 3D
KUOTA: 4 PESERTA ; BIAYA @500.000 ; WAKTU: 08.30 – 14.30
- Pengenalan fondant, pengenalan alat, aplikasi, tempat berbelanja pernak pernik dan alat dekorasi.
- Demo membuat adonan cupcake coklat, tanpa mixer, mudah dan enak, baking sampai matang.
- Setiap peserta medapatkan 9 buah cupcake, masing-masing akan dihias figurin 3 dimensi dan hiasan 2 dimensi (temanya spt gambar di bawah ini ya)
- Karena ini adalah termasuk kelas yang basic, alat yang digunakan seminimal mungkin sehingga bisa praktek kembali di rumah tanpa harus membeli alat-alat lagi.
Selasa, 18 Oct  Barbie Doll Cake
KUOTA: 4 PESERTA ; BIAYA @1.000.000  ; WAKTU: 08.30 – 14.30
- Pengenalan fondant, pengenalan alat, aplikasi, tempat berbelanja pernak pernik dan alat dekorasi.
- Demo membuat adonan cake coklat dengan loyang tertentu untuk membentuk rok barbie dan chocolate ganache (pelapis kue) dengan perbandingan tertentu.
- Setiap peserta praktek mengisikan isian/filling lapisan cake, memoles dengan halus semua sisi cake sehingga sisi2nya rata sempurna.
- Belajar menentukan kesesuaian padu padan warna.
- Praktek carving/mengikis cake spy berbentuk sesuai keinginan.
- Praktek menggiling fondant dengan ketebalan tertentu, praktek covering cake  dan covering tatakan dengan fondant tsb.
- Membuat tekstur rok dan ornamen baju barbie.
Rabu 19 Oct Cupcake Fondant 2D & 3D
KUOTA: 4 PESERTA ; BIAYA @500.000 ; WAKTU: 08.30 – 14.30
- Pengenalan fondant, pengenalan alat, aplikasi, tempat berbelanja pernak pernik dan alat dekorasi.
- Demo membuat adonan cupcake coklat, tanpa mixer, mudah dan enak, baking sampai matang.
- Setiap peserta medapatkan 9 buah cupcake, masing-masing akan dihias figurin 3 dimensi dan hiasan 2 dimensi (temanya spt gambar di bawah ini ya)
- Karena ini adalah termasuk kelas yang basic, alat yang digunakan seminimal mungkin sehingga bisa praktek kembali di rumah tanpa harus membeli alat-alat lagi.
Jumat, 21 Oct   Castle Cake (dari gambar di bawah ini akan belajar membuat castlenya saja ya, figurinnya nanti dari mainan :)
KUOTA: 4 PESERTA ; BIAYA @1.000.000  ; WAKTU: 08.30 – 14.30
- Pengenalan fondant, pengenalan alat, aplikasi, tempat berbelanja pernak pernik dan alat dekorasi.
- Demo membuat adonan cake coklat  dan chocolate ganache (pelapis kue) dengan perbandingan tertentu.
- Setiap peserta praktek mengisikan isian/filling lapisan cake, memoles dengan halus semua sisi cake sehingga sisi2nya rata sempurna.
- Belajar menentukan kesesuaian padu padan warna.
- Praktek menumpuk cake.
- Praktek menggiling fondant dengan ketebalan tertentu, praktek covering cake  dan covering tatakan dengan fondant tsb.
- Membuat tiang-tiang castle dan kerucut.
- Membuat dan menempatkan ornamen-ornamen untuk mempercantik cake.
Categories: Kursus Privat

Horee Mudik!

August 28, 2011 1 comment

Man teman… daku mudik dulu yaa, hihihihihi, ngiri deeh ngiri yang nggak punya kampung :p

Maaf yaaa postingan blognya terbengkalai… Tapi foto-foto sampe dengan kemaren sudah ada kok di http://www.flickr.com/chefwannabe atau di FB nya Maki Cakes

Sampe jumpa lagi bulan depaaan!

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers