Archive

Archive for February, 2012

Harus Realistis!

February 17, 2012 13 comments

Postingan ini adalah mengenai perjalanan Oriflame saya…. Selengkapnya ada di www.yuliamaki.blogspot.com ya ….
————————————————————————–

Bukannya klarifikasi atau apa siih *mana mic? INSERT PAGI mode on*, tapi ada yang nyolek saya bilang gini “Maki, hidup tuh yang realistis, jangan LEBAAAYY, impian n so on, hari giniih dreaming? Yang pasti-pasti mawon gitu lhohhh….” (yang pasti2 aja maksudnya). Ini pasti karena saya heboh di FB, hehehehe, alhamdulillah ya, FB saya bisa dipake nyari duit. Tapi tetep saya mematuhi kode etik kok, yang mengharuskan stay humble but reach higher….

Jadi gini *pasang mic*, saya sih orangnya realistis, nih beberapa buktinya:
– Nyebrang jalan ati-ati banget karna REALISTIS, motor ama mobil belum lagi truk, bis, dll, keceng2 banget, akibatnya gak nyebrang2, kekekeke….
– Harga bahan kue mahal, makanya saya REALISTIS dengan harga jual kue-kue saya di Maki Cakes, check this out www.makicakes.com #eaaaaa promosi daah….

So when I’m speaking about my dreams (kata emak upline yang baru pulang dari Bangkok, mesti ngasah bahasa Inggris biar kalo ntar jalan2 keluar negri mo belanja pake nawar ga kagok :D), ulang, when I’m speaking about my dreams, yang di Oriflame memang diajarin untuk berani mimpi, semata-mata mimpi itu saya bikin karena saya orang yang sangat REALISTIS.

Saya kenal mimpi baru setelah bergabung di Oriflame.
Saya tahu bahwa saya harus punya target jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.
Target jangka panjang itulah mimpi, yang sama artinya dengan pengharapan dan doa, yang ketika suatu saat, walaupun belum tahu cara kesana tapi arah saya mantap kesana!

I need to make it happens ! Makanya saya daftar dan kasih KTP ke emak saya tersayang yang saya yakinin bisa membimbing saya gajian 4-7 juta dalam 5 bulan n ternyata faster ga sampe 2 bulan tercapai, alhamdulillah…. Ketika impian kita selaras bersama seluruh teman-teman di team, keberhasilan itu nyata.

Yang bikin saya lebih realistis lagi,
Tetangga depan saya, anak nomer 1nya SMU, Sekolah Negeri, per bulan SPP hanya 2 juta sajaa… :D Sekolah Negeri. Tahun 2011. Tahun nanti ketika Kintan yg sekarang masih umur 6 tahun SMU? Saya nggak mau menutup mata dengan berdalih sistem pendidikan di Indonesia tidak bagus, negeri vs swasta, dll dll. Saya cuma melihat realita di depan mata. Saya hanya ingin menyiapkan itu semua ketika waktu Kintan sudah tiba, dan Kinar nanti. Nanti Kintan kuliah sudah tahun berapa ya, 1 dollar berapa rupiah kalo mau sekolahin ke luar negri, kemanaaa kemanaa, nyariiinyaaa…. kemaren denger di radio, kalo misalnya mau menguliahkan anak ke luar negri, kalo mau planning, dari umur 2 tahun si anak itu, emak bapaknya mesti udah nabung per bulannya sekian sekian.

Saya sukaaa sekali baca buku The Magic of Dream Book nya mas Rangga Umara.
Impian kok yang menuntun kita selalu konsisten berusaha, selalu gigih apapun rintangannya, selalu bangun ketika jatuh, selalu berpikiran positif walopun mengalami kejadian negatif. Mas Rangga aja sampe bisa kayak gitu, jadi sudah teruji sudah terbukti kan juragan penggorengan lele Lela ini, patut kita tiru semangatnya. Dreaming is not something that aya-aya wae, tapi sesuatu yang harus dihadirkan supaya kita punya tujuan, punya arah, atas apa yang kita usahakan setiap harinya (diajarin suaminya mbak Desiana nih, hehehe, makasih ya mbak Des sudah membawa suamimu ke Homesharing, malah aku yang belajar hehehe…). Mau ke depan komplek beli sate, misalnya di jalan ketemu tukang somay ya teteeep jalan ke warung sate, fokus pada tujuan, eeeh di jalan tau-tau ketemu sama ibu X, ngobrol, nggak jadi jalan, satenya abis, salah siapa? salah sendiri nggak fokus, yang lain udah dapet bagiannya, kita ga kebagian, heheheh, ilustrasi.

Tidak semua orang mau menerima bisnis MLM.

Iya memang beda kepala, beda hati, beda pemikiran. Kalo mau baca, MLM ini salah satu jenis sistem penjualan saja. Saya percaya karena Oriflame salah satu perusahaan yang sehat, sudah 25 tahun di Indonesia, dan terus bertumbuh. Kok banyak yang gak berhasil? I dont know. di d’BCN ebooknya sama, trainingnya sama, foundernya sama. Ya memang orangnya yang beda2 :) Yang jelas, menuju keberhasilan, nggak bisa pilih-pilih kerjaan yang enak dikerjain, yang nggak enak nggak dikerjain, soalnya sudah jadi 1 paket.

Grow bigger seperti kata mbak Dini, dewasalah, fokus pada dirimu, serap yang positif saja. Saya tahu, saya akan berhasil jika terus melangkah. Ini tadi kan ceritanya abis baca blognya para leaders yang sudah Diamond2 dst, saya yakin mereka adalah yang mental-mentalnya luar biasa, usahanya luar biasa, pun yang belum Diamond tapi tau arahnya akan kesana, mereka bukan yang ongkang-ongkang kaki refrash refresh poin aja. Rendahkan hati, supaya kita bisa menerima ilmu darimanapun datangnya, bisa menerima perbedaan dengan dewasa. Fokus saya hanya keluarga, untuk keluarga saya jalankan ini semua, dan untuk keluarga juga hasilnya, YAKIN saya pasti akan sampai juga.

Kalau perlu waktu hanya 2-4 tahun untuk menjadi seorang Diamonds di Oriflame lewat d’BC Network, kenapa tidak saya jalani? Daripada saya berdiam, saya akan bergerak menjemput Diamond’s Heaven. Saya belajar dari mereka yang sudah berhasil, saya baca kisah perjalanannya dari awal sampai bisa mencapai tangga Diamonds. Belajar dari yang berhasil, itu kuncinya, supaya tertular energi dan aura positif walaupun hanya membaca ceritanya saja :) Sudah tepat kah role model yang anda pilih? Belajar dari orang yang optimis atau orang yang pesimis? Lingkungan akan mempengaruhi cara berfikir anda juga.

. Saya cinta dengan rutinitas saya membuat kue, masih menjadi sumber penghasilan, yang berusaha akan semakin disempurnakan eksistensinya, tapi saya juga menjaga aktivitas kegiatan bisnis networking ini terus berjalan, target sudah ditetapkan, pantang mundur, kalo terus maju efeknya JELAS. Kalo mundur efeknya juga JELAS. Maju saya bergerak, income juga bergerak. Mundur tidak ada efeknya untuk upline saya maupun donwline saya, efeknya hanya saya sendiri yang akan rugi, akan jauh tertinggal, akan hanya jadi penonton di saat yang lain menemukan zona nyamannya di Oriflame. So I will keep on running. Itu yang saya pelajari dari membaca kisah perjuangan-nya para Diamonds. Ibarat lari marathon menempuh jarak yang jauh, start bisa sama, tapi karena jauhnya, karena tenaganya, siapa yang bisa sampai ke garis finish?

Saya mengibaratkan apa yang saya lakukan di bisnis ini adalah INVESTASI. Karena sebenarnya bukan berapa besarnya pendapatan kita sekarang, tapi gimana manajemennya. Penghasilan besar kalo gaya hidupnya berlebihan daripada kemampuan, juga nggak akan jadi apa2. Alhamdulillah saya masih di usia produktif, tapi saya realistis, usia pensiun orang Indonesia di umur 50-55 tahun. Di umur tersebut, saya sudah bagaimana? Keputusan itu saya ambil sekarang, dan saya jalankan. Tidak ingin terjebak di euforia sesaat, hore2 dan lalu ketemu kerilkil pertama langsung balik arah, bukan begitu caranya, harus gigih karena selalu ingat target jangka panjang yaitu ingin pensiun tenang dengan keleluasaan waktu, target menengah yaitu Diamonds Director selambatnya 2013, dan yang di depan mata, open kualifikasi Gold Director selambatnya Maret 2012 . Sudah cek Success Plan? Betapa menggiurkan gaji seorang Director ke atas, bagaimana kenaikan gajinya di setiap tangga. Matrealistis, biarlah, saya menyebutnya Realistis dan Optimis :)

Realistis bahwa jalan tidak semulus mukanya Angelina Jolie, makanya bersyukur dipertemukan dengan bisnis ini, bisa belajar dari universitas alam raya, belajar karakter-karakter manusia, ada yang A, B, C dan lain-lain. Belajar menjadi leder, tugas leader kan tupo + rekrut + curhat, hihihihihi…. It’s not easy, but it’s also not difficult, masih akan banyak canda tawa yang mengiringi perjalanan saya dan jaringan menuju tangga karir di Oriflame. We’re laughing together, share the journey together, thank you my team, semoga kita akan terus berdampingan sampai nanti di tahun-tahun mendatang.

Belajar menjadi orang yang bisa diandalkan, tidak selalu selamanya mengandalkan, belajar mandiri, makan en dandan sendiri :D
Belajar dewasa dan bijaksana menghadapi orang yang berbeda-beda.
KITA PASTI BISA.

Make a dream, have a plan, and GO FOR IT!

Ingin mewujudkan impian juga, bunda/kakak/adek/mas/mbak, pak? Yes, you can, silahkan bergabung… :)

—————
Yulia Riani
Owner of Maki Cakes & Independent Oriflame Senior Manager
Ternyata berpenghasilan dari Oriflame itu benar adanya :D
www.yuliamaki.net
www.yuliamaki.blogspot.com

Categories: Uncategorized

Barney Cake for Carnelian

February 9, 2012 15 comments

Hai haiiii… Kemana ajah jeeeennnnggg… Iya saya ada kok disini :) Januari penuh dengan acara mudik, plus sedang giat belajar bisnis yang ini dengan teman-teman… Ada yang mau bergabung juga? Menyenangkan, belajar ilmu baru, tau dunia yang lain…. :)

Kue yang ini, sepertinya biasa ajah yaaahh, tapiii ternyata, ada behind the scene nya, yang ada pelajaran berharga di baliknya, yaituuu…

“Disiplin itu Mahal Harganya”

Selama ini saya terima order, mewajibkan customer tercinta untuk isi form order di www.makicakes.com/order, supaya data ngumpul jadi satu, karna ingatan saya jangka pendek banget, pagi inget, siang ngerjain yang lain, sore bablas tuh ingatan :D, jadi saya cukup sadar diri untuk menyiapkan apa yang mesti saya kerjain secara tertulis. Termasuk menerima telepon. Pas ditelepon pesen ini itu, iya iya aja, begitu telepon ditutup, LUPA. Beneran. Saya gitu orangnya, maap yaa ^_^ dari sananya, kekekeke….

Nah pass nerima orderan yang ini, ordernya by email, nggak by form order, reply-replyan, panjuaaaaangggg bangetttt, yang saya simpulkan adalah “minta kue seperti playhouse disney yang udah pernah dibikin, ada rumah2annya di atasnya, tapi karakternya barney”. Iyaa siaaap, bisaaa! Si kue itu warnanya IJO. Jadi saya bikin kue yang ini warnanya juga IJO.

di Hari H, kue selesai, dianter kurir sore, acaranya besok paginya, dari rumah saya di depok ke Kelapa Gading. Margrib sampe. Beres.

Jam 8 malem waktu mau nemenin Kinar bobok, customer telepon, saya dimarahin, hiks, karena kenapa kuenya IJO dan bukan PINK seperti yang diminta? Hiks, mungkin rasanya, sama kayak nyolokin jari ke colokan listrik, KAGETTT BANGETT! Pink ya? kan mintanya yang spt kue Playhouse, warnanya ijo? “Bukan, saya minta PINK dan saya minta ini dirubah ke warna PINK, acara besok pagi, pokoknya PINK!”

Huaaaa nangiiiisssss, saya jawab bentar lagi kasih kabar….. Kalo ajaaa ganti warna kue bisa pake Adobe Photoshop! hiks… Papa belom pulang. Waktu itu belom bisa nyetir. Bisapun juga nekat amaaat saya nyetir sendiri jam 8 malem ke Kelapa Gading, anak-anak masih pada belom tidur, dititipin siapa?? Saya cek email reply-replyan itu, dan ternyata memang ada request warna pink di salah satu email, nggak terbaca. Efeknya? huhuhuhuhu….. tangisan tengah malam.

Jam 9 malem papa pulang, menemukan saya (jieehhh) lagi nangis di atas bantal (sinetronmodeon), cerita semua2nya, anak-anak ga jadi bobok, malah nontonin mamanya nangis “KENAPA?? KENAPAA??” kata¬† Kintan, diulang 30x, saya tambah panik. Paki bilang, “ya udah namanya juga nggak kebaca…. kita kesana ambil kuenya, mama benerin, besok subuh kita anterin lagi”….

Sebelom jalan, papa nyuapin Kintan dulu (Kintan makannya makan pagi, makan siang, makan sore, makan malam), nyiapin anak-anak pake baju panjang, lalu berangkat jam 10 malam ke Kelapa Gading. Alhamdulillah punya mobil, kalo gak punyapun saya yakin papa akan ngajakin kita rame-rame naik taksi…. Apapun asal kita nggak mengecewakan customer.

Jam 11 kira-kira, sampai disana, papa yang ambil, saya nungguin anak-anak bobok di mobil. Lama kok nggak balik-balik, ternyata ngobrol dulu dengan keluarga customer, mengumpulkan request. Lalu kita pulang lagi ke Depok. Jam 1 malem kira2 sampe. Minta tolong kurir Wira-Wiri untuk ambil kue ini besok pagi-pagi banget, karna kalo nganter sendiri takutnya paki masih ngantuk. Alhamdulillah mauuuu, huaaaa….

Mulai benerin kuenya. Saya angkat figurinnya pelan-pelan dan semua yang di atas kue. Membuka cover cakenya. Merapikan lagi ganachenya. Giling fondant warna pink, menutup kue, menempatkan lagi satu per satu figurinnya, bikin cover tatakannya. Sudah, jam 2 malam selesai.

Pagi-pagi Kurir Wira Wiri ambil, dianter ke yang pesen, diterima dengan baik. Makasih yaa pak zai….

Hikmahnya…. Anda bakul kue? Kalo nerima order masih suka pake email yang terpisah2? masih suka pake sms? atau malah pake bbm? Atau mungkin mengandalkan ingatan? Pertimbangkan lagiiiiiih, kekekeke, pake FORM ORDER yaaa ibu-ibu, dan kerjakan order berdasarkan itu…. Memang pengalaman mahaaall harganya, sejak saat itu pokoknya kalo order HARUS isi form order, kecuali yang udah kenal banget…. Kalo belum punya formatnya, boleh nih nyontek di www.makicakes.com/order yaaa….

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 168 other followers