Archive
Pengumuman
Dikarenakan kesibukan saya yang padat, hiahiahiahi, kunjungan kerja ke Margo City, menerima lawatan para ibu negara dari kelapa dua, depok 1, maupun Citayam, dan sekitarnya, qiqiqiq, jadi jangan tunggu cerita2 di blog ini, hihihi, nanti kapan mungkin kalo udah luang banyak waktunya akan diupload story per story yah, jadi sementara kemon silahkan buka halaman flickr saya di http://flickr.com/chefwannabe . Atau di fesbuk saya yang Yulia Riani juga ada (maaf saya tidak accept friend yang fotonya bapak2, atau ABG dengan foto atau bahasa alay
peace)
Kalo mau pilih2 tema kue juga disitu semua yaaa, di i http://flickr.com/chefwannabe, kalo gallery di makicakes.com memang kurang lengkap dikarenakan yang saya tunjuk sebagai admin telah LALAI menjalankan tugas, yaitu PAKI, errhhhhh… Pemesanan lewat email ya, ada formnya di makicakes.com/order .
Soal kursus, bulan ini saya libur mengajar dulu, saya tidak adakan kelas maupun privat, karena harus belajar airbrush dengan khusyuk dulu, waktu luang cuma sedikit. Sudah minta dibayarin buku sama papa (denda atas kelalaiannya nggak pernah ngurusin makicakes.com, kekekek…) di Amazon, sebulan lagi datangnya, horeeee….
Oke sekian, saat ini waktu menunjukkan pukul sebelas malam, udah pada tidur semua, huuhuhuhu, babaaaaaiiii…
sukaDUKA Bakulan – edisi Mei 2011
Pepatah yang sangat terkenal adalah, “Pembeli adalah Raja” – iya betul kok itu. Apa yang saya jual? saya menjual kue, tidak hanya kue tapi juga service, apalagi saya jualan online, tidak ada toko representatif, yang pembeli tidak tahu dimana saya berada, pemesanan hanya lewat tulisan email saja, dan pembayaran hanya berupa angka-angka di layar internet banking saya. Bagaimana jualan seperti ini bisa bertahan? Kuncinya adalah memegang komitmen dengan sungguh-sungguh.
Apa kue yang diinginkan pembeli, bagaimana hiasannya, apa yang boleh dan tidak boleh ada di kue tsb, serta yang paling penting WAKTU, jam berapa kue harus sampai di tempat.
Beberapa hari yang lalu, karena ada missunderstanding dengan kurir yang harusnya sampai di rumah pagi, ternyata masih jauh, baru mau berangkat, sedangkan kue ditunggu untuk acara ulangtahun jam 12 siang di Jakarta, saya terpaksa harus pesan taksi, berangkat dengan anak2 yang belum makan siang (jam 11 siang), Kintan baru pulang sekolah, dan Kinar baru bangun tidur, saya bawa anak2 nganter kue. Kuenya bagus (kata saya, hihihihi), semua keinginan customer saya bikinkan semua, tapi kalau kue datangnya setelah acara bubar, buat apa? Untungnya masih ada waktu 1 jam sebelum acara dimulai, jadi saya dan kurir janjian di tengah-tengah, karna masuk Jakarta dengan taksi juga nggak mungkin, malah lebih lama lagi, saya ketemu dengan kurirnya di Lenteng Agung, serah terima kue, lalu pulang lagi (thanks pak Zai, walaupun ada masalah tapi selalu ada solusinya
Pernah, kue saya datang saat acara sudah selesai 5 menit sebelumnya. Waktu itu saya sedang di luar rumah (pagi2 kue sudah selesai, lalu survey sekolah SD untuk Kintan), kue ada di rumah, kurir nggak ngabarin kalo akan terlambat pickup, ketika saya tau kurirnya belum pick up, nggak memungkinkan kalau ngejar pulang lalu berangkat nganter kue, tetep akan terlambat, . Tuan rumah yang punya acara sampai mundurin waktu acaranya, tapi tetep nggak keburu, dan kejadian, kue datang waktu pestanya sudah selesai. Kue yang saya buat sepenuh hati, tapi karena datangnya terlambat, nggak berguna apa2, malah nambah sedih pemesannya. Dengan maksud yang baik, saya menawarkan untuk mengembalikan uang yang sudah ditransfer pembeli, yang terjadi, pembeli yang tadinya sudah memafkan saya, lebih marah lagi melebihi sebelumnya
Walaupun hanya berupa tulisan di email, tapi cukup membekas untuk saya, menangis lah saya dipeluk papa, telpon kurir, mau marah juga nggak ada gunanya, akhirnya kurir dan sekaligus owner armada kurir tsb akan visit ke ibu yang memesan tadi untuk meminta maaf, dan karena saya tidak bisa keluar rumah (waktu itu Kinar masih umur beberapa bulan), saya menitipkan kado ulangtahun.
Kurir yang mau visit, nggak jadi karena ibu tsb mungkin sibuk, jadi kado dari saya (yang saya belinya di toko online karena nggak bisa keluar rumah) diantar oleh kurir. Ibunya masih di kantor waktu itu, siang2. Saya SMS dengan hati-hatiiii sekali menyusun kata-kata, bahwa kejadian keterlambatan kemarin sangat saya sesali, begitu pula dengan pihak kurir. Ibu tsb memaafkan, walaupun kecewanya tidak bisa dihapus, iya saya mengerti.
Jam 4 pagi ketika mau memulai bikin kue lagi, ada SMS dari ibu tadi, isinya beliau sangat tersinggung karena kadonya menurut beliau dibungkus kurang rapi, dan kado itu dianggap sebagai penghinaan (isinya tas anak2). Jam 4 pagi juga saya bangunkan papa, menagis saya tersedu-sedu, saya menganggap diri saya sudah maksimal, tapi karena batasan jarak dan waktu yang akhirnya komunikasi hanya dilakukan lewat tulisan, disalah artikan. Saya balas SMSnya dengan tetesan airmata, dan perasaan sedih sekali, bahwa demi Allah niat saya baik, kalaupun ada salah paham, saya hanya pasrah. Kado itupun, saya tidak lihat bungkusnya seperti apa karena pesan lewat internet, dan menurut kurir yang mengantar keadaannya baik. Sudah titik, saya ambil pelajaran dan hikmahnya, untuk diri saya, dan sekarang untuk teman-teman yang juga punya usaha bakulan kue kayak saya, dengan menulis di blog ini, kejadiannya lama, sudah tahun lalu, cukup lama menyembuhkan luka sampai saya bisa menuliskan di sini. Ibu tersebut, sepertinya sudah memutuskan untuk memutus tali silaturahmi, saya diremove dari FB nya.
Kalaupun ibu tersebut membaca, saya tidak menyalahkan siapa2 karena pada mulanya memang kesalahan mulai dari pengiriman, yaitu dari sisi saya, ibu marah saya berusaha untuk mengerti, mungkin saya juga yang salah karena hanya waktu yang bisa menyembuhkan kekecewaan ibu pada saya. Saya sudah berusaha.
Pelajaran dari pengalaman yang ini, jangan menyepelekan soal WAKTU PENGIRIMAN, ketika kita sudah selesai membuat kue, kuenya bagus, lucu, tugas belum selesai, tugas kita adalah memastikan kue sampai dengan baik dan tepat pada waktunya. Dan untuk customer yang kecewa, jangan serta merta menawarkan untuk mengembalikan uangnya, kita harus telaah dulu bagaimana tipe customer ini, bisa jadi beliau akan lebih tersinggung, karena uang bukan masalah (seandainya uang adalah masalah, nggak akan jauh2 hari booking kita, dan cake custom yang harganya jelas di atas bakery), yang masalah ada service yang kita berikan tidak cukup memuaskan, dan service itu tidak ternilai dengan uang.
Jadi ketika kue sampai misalnya dalam keadaan rusak, sebisa mungkin perbaiki, kalau gampang diperbaiki, misalnya bisa dilem pake air, minta tolong customernya, kalau kerusakannya major, apa boleh buat, bawa kuenya pulang lagi, kita perbaiki, lalu kita antar lagi. Minta maaf saja tidak cukup, harus ada tindakan yang nyata sebagai bukti komitmen kita.
Kalau agak susah memahami, cobalah sekali-kali jadi customer dan beli sesuatu di toko online lain, nggak harus kue, apa aja, saya sering coba kok, dan jadi tau, eh ternyata saya beli online karna nggak mau yang ribet2, tinggal pesen, transfer, barang dikirim, atau transfernya belakangan, hiehiehiehie, ini sih sama yang udah kenal2 aja, kalo nggak kenal nggak berani
Suka duka memang kata-kata yang harus digandengkan, kalo suka aja, bisa membuat kita lupa diri, kadan-kadang pengalaman yang ada dukanya yang malah memberi kita pelajaran. Kalau ada kejadian yang tidak mengenakkan, silahkan aja sedih, ya manusiawi kok, tapi jangan putus asa, diambil hikmahnya untuk lebih baik di pesanan-pesanan lain yang akan datang. Kalau kondisi kita masih terbatas (peralatan terbatas, waktu terbatas), jangan fokus pada kekurangan, fokus pada kelebihan kita, supaya kita bisa maju…. Kalau ada suara sumbang, yah cuekin aja, nggak usah terlalu mikirin komentar2 sumbang yang akan mematahkan semangat kita, Selamat bakulan ya!
Special thanks to my cheerleader, hihihihi, muach muachhh! dan teman-teman yang selalu mensupport, atau nemenin makan bakso, qeqeqeq….
Maki Cakes buka lagiii! Horeee…
Apa kabar anak-anak? Kintan ya ternyata memang dalam tahap pertumbuhan ke atas/tinggi badan, jadinya walopun makan banyak ya tetep aja badannya memang segitu2 aja… Kalo Kinar, bulan kemarin sakit demam, batuk, pilek, on off, udah sembuh kena lagi, sembuh lagi, kena lagi, anak ini kalo kena sakit dikiit aja udah nggak mau makan apa2, bener2 mogok, nyuapinnya juga setengah mati, kalo nggak sendoknya ditampol ya mangkoknya diinjek, huhuhuhuh….
Hasil labnya baru mau diambil kamis ini. Waktu di dokter yang lama dulu, karna beratnya nggak naik dianjurnya tes mantoux (kayak nama kue bakpao kekeke), yaitu tes TBC. Lalu saya pindah dokter, karna nggak mau Kinar dites yang serem2 dulu. Saya pindah RS dari Mitra Keluarga Depok, ke Bunda Margonda. Saya minta dites apakah ISK, sambil jalan sambil pola makannya dibenahi. Selama sebulan kemaren tetep saya bikin kue, tapi nggak pake fondant, hehehehe, bikin makanan buat anak2. Nggak nengok milis kue sama sekali, yang dipantau milis bayi dan balita, hahahah… Yah begitulah, karna nggak ada yang jagain kinar juga sehari2, jadi anak2 saya pegang sendiri.
Mbaknya Kinar sudah kami terminate sejak sebulan yang lalu karena agaknya beliau agak2 keberatan kalau saya minta tolong ini dan itu, plus hobi sekali mengeluh (kalau baca buku Titik Tidak Bisa Balik, ini yang dinamakan karyawan paradoks
), jadi sekarang asisten 2 saja. Mela yang asisten kue, dan mbak Indun asisten rumah tangga, semuanya termasuk saya bergiliran jagain Kinar, hihihihihi, Paki juga tentunya pulang kantor salah satu jobnya nemenin Kinar main, itupun kalo Kinar mau, walah ini anak susahnya, kalo nggak sama mamanya nggak mau. Jam 1 malem aja ditinggal 5 menit bisa tau, nangis gak mau berenti kalo mama nggak balik lagi nemenin tidur, sigh…
But Maki Cakes must go on, walopun jadi prioritas kedua setelah keluarga, tapi saya cintaahhh sama kue, can’t live without it, sama seperti papa, walopun pulang kantor kerjanya nonton balapan sepeda, masih tetep juga pengen sepedaan, kekekeke, karatan karatan dah tuh sepedanya, dipake cuma 2 minggu sekali, haiahiahiai…
Jumat ini sudah ada yang kursus privat, sabtu sudah ada pesanan kue alhamdulillah, selasa, rabu depan juga. Minggu depan kamis dan jumat menyambut kedatangan ibu Trish owner Cupcake Momma dari Singapore ,huaaaaaaaaaa, dari kapan tau pingin ke Singapur ketemu ama Trish yang jadi idola dan sumber inspirasiku bakulan, memang rejeki, beliaunya mau datang kesini insyaAllah mau belajar di rumahku yang terpencil di Depok…. (Vivi jogja, ayo datang ke Depok jumpa idola sama Cupcake Momma, kamu ngefans juga kan, hihihihihi). Ayo yang mau jumpa fans daptar yah, hhihihii….
Jadi apa kesimpulannya selama libur bikin kue kemarin? Kesimpulannya, yah kalo anak-anak masih kecil-kecil memang perlu perhatian yang lebih dari orangtuanya, apalagi seumur Kinar, baru belajar jalan, harus diawasi 24 jam. Ya no problem saya istirahat dari dunia kue sebentar. Kalo dilogika, yah seumur saya gini, mungkin lagi semangat2nya mengejar karir (andaikan ngantor), energi juga mendukung. Apakah keluarga/anak2 jadi hambatan? ya tidak, kalau saya tidak menikah di umur 20 taun (kekekekek), saya tidak punya papa yang mensupport saya, saya tidak punya Kintan yang mendorong saya berhenti kerja kantor, dan kalau saya tidak berhenti kerja kantor, Maki Cakes tidak bisa sampai seperti sekarang. Ya semua ada jalannya, semua ada hikmahnya. Saya dan paki menikmati semua apa adanya, tanpa planning harus ini dan itu, yang penting melakukan semua dengan ikhlas dan sebaik-baiknya. Hiheiheiheie, sudah ya mau ngelap2 rolling pin dan mixer, maaf untuk comment2 yang belum saya balas…
Goodbye for a Moment
Saya ucapkan selamat tinggal, sementara waktu, untuk Maki Cakes, doakan hanya 1-2 bulan saja, saya pensiun dari dunia kue untuk mengurus anak-anak.
Emang mbaknya kemana? nggak ada hubungannya sama embak, mungkin selama ini saking cintanya saya dengan dunia kue, anak-anak sedikit terabaikan, makannya nggak terurus dengan baik, Kintan tidak segemuk dulu lagi, dan Kinar, beratnya ada di grafik paliiing bawah. Siapa yang salah? yang salah saya, ibunya, ada di rumah tapi tidak mengurus mereka sebaik-baiknya.
Jadi, saya tutup warung dulu sementara ini, kalau kesannya nggak serius jualan (buka warung tutup warung seenak sendiri), ya emang enak kan warung2 saya sendiri, kekekeke…ngiri ajah lu.. :p Ya bukannya saya nggak serius jualan, nggak komitmen atau apa, tapi situasinya mengharuskan saya pilih salah satu, anak2 atau bisnis, saya pilih anak-anak dulu, kalau keadaan menurut saya sudah membaik baru saya akan jualan lagi.
Saya masiiih ingin belajar pake airbrush, masiiih sekali ingin belajar bikin kue 3 dimensi yang bisa berdiri, masiih masih banyak keinginan yang belum terwujud, tapi itu bisa menunggu.
My rolling pin, my fondant, terigu en so on, goodbye for a moment, ada tugas negara yang lebih penting menanti… To my beloved customers, maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam ya, masih banyak kok yang jagoan2 membikin kue, kalo perlu referensi boleh nanya ke saya. Mungkin nggak tiap hari saya akan cek email, kalau telpon ya sudah pasti nggak diangkat (aduh penyakit nih), SMS saja ya, kalo dibales lelet ya mohon maaf, sudah kapok saya gara2 meleng Kinar tangannya keseleo, nggak lagi2 deh…
Goodbyee… *dadah ala miss universe juara 1*
Apa kabarr???
Halo apa kabaar?
Waduh gawat nih update blognya, bener2 sebulan sekali, hihihihi… Lebih banyak tulis menulis di FB daripada di blog sini. Tapi walaupun begitu, bikin kue masih kok, dan sekarang menggiatkan lagi belajar cake decorating, cari-cari ilmu baru di youtube dan baca2 lagi buku decorating yang sudah lama bulukan
Minggu lalu saya dapet kunjungan dari teman-teman dari Singapore, emailnya sudah beberapa bulan yang lalu, eh akhirnya tiba juga bulan Januari, saya dibooking untuk kursus 4 hari, belajar figurin dasar dan figurin lanjutan, decorating cake dasar, camera cake dan handbag cake. Deg2an lah nek yaaa, ini baru sekali2nya ada orang dari luar negeri belajar ke maki, huhuhuuuu… Karena email2nya pake bahasa inggris, takutnya ngajarnya mbulet because you know, my english amburadul lah yauw, hahahaha…. Eh ternyata lancar2 aja tuh, Upin Ipin mode on, ahahha…. kakak2 students pake bahasa melayu, ogut pede pake bahasa indonesia raya, kekekeke, nyambung aja tuh
Dari airport ke Depok kira2 ya 2 jam…. Untuk penginapannya, di Depok setau saya cuma ada 1 hotel, namanya hotel Bumi Wiyata, the one and only deh, ngga ada pilihan laen, jadi kak Sue, kak Ani dan kak Ros nginep disitu. Alhamdulillah katanya hotelnya bersin dan nyaman, makanannya juga enak… Dari hotel ke rumah, dijemput pake taksi, TAXIKU. Karna saya udah jadi pelanggan taxiku, saya yang teleponin armadanya, tiap pagi tamu istimewa saya ini dijemput, lalu sorenya diantar pulang… Aman-aman saja alhamdulillah.
Kelasnya, hahaha, heboh deh, nggak pernah ketemu, nggak friend di facebook sbelumnya, tapinyaa 3 orang ini, walopun cuma 4 hari di rumah, sudah saya anggap keluarga sendiri… Selagi serius2nya bikin figurin, Kintan dan Kinar berisik berantem rebutan mainan, kadang Kinar nangis minta susu, tengah2 ngehias kue kamera mesti berenti karna nonton topeng monyet dulu di depan rumah, hahahaha…
Saya memang yang jadi gurunya, tapi saya juga mengambil banyak pelajaran dari 3 kakak saya yang datang jauh2 dari Singapore ini, juga dari semua teman-teman yang mengunjungi saya untuk ikut kursus. Bahwa tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk menuntut ilmu. Jarak dan waktu bukan batasan. Kalopun terbatas oleh jarak dan waktu, ya pinter2nya kita saja untuk bermanuver, hehehehe…. Saya sering online jam 10 malem kadang sampai jam 12, jam 1. Kadang tidur jam 10 tapi jam 3 bangun, hanya untuk mencari tutorial ilmu2 baru di Youtube dan Google, karena judulnya menuntut ilmu jadi peru situasi yang tenang. Kalo ada lagunya Poppy Andariesta yang judulnya “Im single and very happy”, saya juga punya lagu judulnya “Im married punya 2 anak balita and very happy too” kekekek…. Belum bisa belajar langsung ketemu gurunya, ya belajar dulu lewat internet, atau beli buku. Buku2 decorating memang harganya mahal, tapi yang harus kita ingat, kalau mengejar impian memang butuh pengorbanan, baik korban waktu, tenaga, dan materi… Tidak ada cerita duduk santai dan semua impian terkabul dengan sendirinya (walaupun mungkin kelihatannya ada beberapa orang yang begitu), saya tipe orang yang kurang percaya dengan hal-hal macam begitu.
Sepanjang saya membangun Maki Cakes dengan suami, saya lewati semua seperti air mengalir. Pernah saya bikin 40 cupcakes dengan bahan 100 cupcakes, karena 60 diantaranya gagal, nggak mateng, akhirnya dibuang
Bawa kue dipangku di paha, naik motor 30 kilometer dan lebih nganter kesana dan kesini. Sengsara? Ya nggak kok, pada waktu melewatinya ya biasa2 aja, namanya juga jualan, mau gimana lagi, merengek manja2? hayah mending manjanya dibuang ke kali
Oh iya, kemaren saya beli buku di Gunung Agung, mungkin di Gramedia juga ada, judulnya Titik (tidak bisa) Balik, penulisnya adalah Basri Adhi yang punya waralaba kopi blender Misterblek, sampul bukunya bisa dilihat disini, saran saya, beli deh! Indah lho melihat sudut pandang orang yang selalu optimis dan berfikir positif. Kata beliau, yang harus dipunyai untuk membangun sebuah usaha, yang pertama adalah SEMANGAT, yang keduanya baru deh modal
Demikian apdetan blog dari saya, kekeke, lho poto kuenya mana? entar2an deh, hhihihi, belom ada waktu ngapdetnya…
Maki Cakes & Fotografi di Nova
Heheheheh, believe it or not, saya bisa mejeng di Tabloid Nova, dengan bahasan yang nggak tanggung-tanggung, Food Photography, wkwkwkwk…. Hayoh, motret aja nggak tau teorinya sama sekali, 1 kue bisa dipoto 20x dari segala penjuru, yang dipake biasanya cuman 1 atau 2
kalo wedding bisa 100 kali jepret malah, wakakaka…. Nggak kayak papa yang kalo dimintain tolong untuk poto, waduh, irit banget, 1 kue maksimal cuma 4x jepret dan bagus semua :p
Jadi, konsep poto saya adalah natural, natural light, natural background. Natural background ya pokoknya moto kue di teras depan, backgroundnya bisa apa aja yang ada disitu, ya kadang sepeda kintan yang biru itu, kadang jemuran bayi, kadang tali rafia, motor, kadang kinar lagi ngapain, wkwkwkwkw, nggak jelas… Ya tapi ada untungnya deh, hayo siapa yang mau ngambil poto saya buat jualan, udah diwatermark segede itu, plus kalo mau ngaku2 itu poto bikinannya, lha itu begronnya jelas2 rumah saya, wakakakka…
So dont worry be happy, nggak bisa fotografi bukan berarti nggak bisa menghasilkan foto yang bagus kok, semangaaaaattt!!
Pembuka 2011, welcome to makicakes.com!
Impian lama, punya official website, nggak cuma punya domain aja yang diredirect ke blog.
Dengan website ini, semoga bisa memberi informasi lebih jelas, karena sayanya suka nggak jelas kalo ditelpon jarang diangkat :p Form order sudah disediakan, tapi kalo mau order dengan kirim email spt biasa juga boleeh, info kursus ada juga, video yang masuk tipi juga ada, hihihi jadi malu
2010, tahun yang penuh makna, bertemu dengan customer-customer baru, jadi teman baru. Pindah ke rumah baru, ada ruang lebih luas untuk dapur kue, ruang decor, dll. Awal tahun struggle dengan Kinar yang masih bayi, dan sampe sekarang masih struggle juga, hahahaa, kalo saya lagi bikin kue sekarang sudah bisa neriakin “Mamaaaaaa!! MAMAAAAA!” hahaha…. Formasi asisten sudah lengkap, mbak indun kembali lagi mengurus gosokan baju, hehehehe, Kinar juga sudah ada mbaknya, namanya mbak Wardah, walopun pulang hari, tapi saya sangat terbantu, jadi bisa ngadain kursus dll. Bu Iwan, farewell bu Iwan… Bu Iwan sudah tidak di Maki Cakes lagi, resign karena keluarga lebih membutuhkan bu Iwan di rumah… Terima kasih ya bu… Sekarang ada mbak Mela, asisten kue yang baru, alhamdulillah cepat belajarnya, seminggu masuk langsung dapet tugas bikin 25 buah kue ukuran 18cm, sampe beberapa hari pulang tengah malem, hihihihi, alhamdulillah sukses…
Walopun ada web, tapi blog ini nggak ditinggalkan kok, tetep postingnya disini… Happy New Year teman-teman, semoga tahun ini lebih baik lagi…
Kinar 1 tahun 18 hari
Prestasi terkininya, sudah bisa main bareng kakak Kintan, bisa rebutan mainan dan bisa mendaratkan pukulan kalo gagal merebut mainan, qiqiqiq… Biasanya aku dan papa diem aja, nggak ngapa2in, abis lucu, hihihihihi, main anteng tau2 bletak bletak, “hoaaaa!!!” , ada yang nangis. Nggak selalu Kinar yang nangis, kadang malah Kintan yang nangis karna sebel, kekekeke… Ya untungnya Kintan nggak pernah sekalipun mukul adiknya, kasian masih kecil… Nah bilangin Kinar yang susah, udah dibilang jangan pukul kakak, ya mana dia ngerti, hihhihihi…
Anak-anak Ulang Tahun
Pesanan dari pak Andri untuk ulangtahun anak2nya, sampe sekarang belom bayar, kekeke…. Ulangtahunnya sih bulan lalu, Kintan awal bulan, tanggal 1, dan Kinar akhir bulan tanggal 31. Diuploadnya baru sekarang, hihihihi *nyengir*. Nanti di bawah ini juga ada foto yang menunjukkan kenapa siiih itu kue jarang2 ada yang baru di web, iya soalnya jarang2 bisa duduk lama di depan komputer… Kinar sekarang sudah ada embaknya, makanya saya bisa buka kursus, tapi ya itu, tiap hari kalo nggak bikin kue, ngajar kursus, ya tidur, hihihihi… Main komputer paling untuk browsing cari ide dan buka email, ngedit foto yah kalo sempet…
Kintan umurnya sudah 5 tahun. Sudah bobok di kamar sendiri, bisa mandi sendiri, dan sudah berani mandi pake air dingin (hihihi, ya patut diapresiasi, di Depok airnya dingiiiiiin banget, apalagi rumah saya di deket danau). Membaca menulis sudah OK, dan tahun depan sudah masuk SD, aduh cepetnya… perasaan baru kemaren bawa pulang dia dari rumah sakit ke rumah kontrakan…
Ini bajunya dibeliin bude lhooo
Ulangtahun minta di sekolah seperti tahun lalu, makasih yaaa bunda ara, kakak bebi, ara, yang bantuin bungkus2…
Belajar nggak pernah disuruh, kalo ada PR nggak pernah disuruh juga, dikerjain sendiri… Hobinya masih seperti dulu, nempel2 hasil gambarnya, kalo dulu di semua tempat, kekeke, sekarang ditempel hanya di area kamarnya aja… Laci kamarnya isinya crayon, kertas A4, lem, gunting, dan jangan sampe barang2 ini keluar dari lacinya tanpa seijinnya, wkwkwkw, contohnya saya yang suka ngambilin guntingnya, “mama sih! kenapa nggak dikembalikan lagi?? aku kan capek cari2nyaaaaaa!”
Kinar, sudah 1 tahun, horeeee! akhirnya setelah dari kemaren latian ulangtahun, hahaha, sekarang ulangtahun juga…
Dibikinin kue Dibo soalnya kalo ada lagu Dibo di TV langsung diem, noleh ke TV, diapain juga matanya tetep lihat ke TV sampe lagunya selesai, waktu filmnya mulai udah nggak digubris lagi, kekeke, seneng lagunya doang…
Tiap hari, pura2nya ini kue ultahnya, padahal pesenan orang, qiqiqiq…
Nah nah nah, kalo udah begini, barangsiapa bisa duduk lebih dari 5 menit di depan leptop, itu namanya hebaaaat, hahaahah… mousenya pasti direbut, kalo nggak keyboarnya digebrak2, aduuh ngeri, demi supaya leptop saya panjang umur makanya waktu onlen sangat terbatas deh….
Jadi ya begitulah sehari-hari di rumah, kalau saya ditelepon nggak pernah diangkat, tolong SMS aja ya… kalo emailnya belum dibales, tolong dikirim lagi ya… Kalau pesen kue mendadak, trus ternyata saya nggak bisa bikinin, atau sudah penuh, jangan marah ya…Saya masih sering begadang, jam 12 tidur, jam 3 bangun lagi, mengejar waktu supaya kue yang dihasilkan tetap sempurna walaupun waktu saya terbatas… tapi ya, walaupun kerja dari rumah tapi kadang-kadang saya juga pengen nemenin keluarga kalo papa libur, kalo Kintan libur… Inti dari bekerja dari rumah kan supaya dekat dengan keluarga kan bukan begitu bukaaan?
Selamat ulang tahun yaa anak-anakku….
Syuting Bosan Jadi Pegawai TransTV
Halooo teman-temanku dan pembaca setia blogku, hihihihi… hari selasa, rabu dan kamis kemarin, di dapur Maki Cakes ada tamu kehormatan yaitu mas2 dari program “Bosan Jadi Pegawai” TransTV yang meliput kegiatan kita membikin kue, horeeee! Kalau tidak ada halangan, akan ditayangkan insyaAllah hari Minggu tanggal 17 Oktober 2010 jam 12 siang, pada nonton yaah, hehehehe… Kenapa wajib nonton, yaitu karena itu adalah momen langka dimana ogut berdandan dimana dandan kayak gitu seumur2 baru 2 kali aja, yang pertama waktu akad nikah, yang kedua ya waktu syuting kemaren itu, hiahiahiaaa…. Ingat, fokus pada kuenya ya, jangan pada dandanan saya, kekekeke, ini acara membahas kuenya, bukan acara Fashion Police, hahahaha… (pasrah dikritik mode on).
Waktu mas Aal telepon sebelum survey, aku bilang ini usaha rumahan aja, dengan 2 pekerja, aku dan bu Iwan aja, iya dong mesti jujur, ntar daripada taunya yang dicari sekelas pabrik, kan ga sesuai, dan bahwa usaha seperti ini percepatan untuk berkembangnya agak lambat karena menghias kuenya perlu pengalaman dan keahlian khusus (taelaaahhh, hihihih), jadi tidak bisa sembarangan hire orang untuk menghias kue…. Kapasitas produksi pun tidak bisa digeber semau kita, tapi dibatasi sesuai dengan kemampuan untuk menjaga kualitas supaya kue yang kita produksi tetap cantik2 dan bagus2, karena menghiasnya juga perlu waktu, bukan hanya waktu untuk mendekor tapi juga waktu untuk mencari wangsit hiasan apa sajakah yang pantes ditemplokin ke kue tersebut, hihihihi…. Jadi ya mohon maaf kalau selama ini banyak menolak orderan, itu sangat terpaksa sekali, hik hik, bukan berarti saya somse atau mentang2, tapi karena memang di hari tersebut sudah full dibooking oleh yang duluan pesen, apalagi weekend, biasanya 2 atau 3 minggu sebelumnya sudah penuh…
Mas-mas krunya ini baik baiiiik banget… Dan sangat paham sekali kalo artis dadakan kayak saya ini gampang grogi dan adegannya salah2 mulu, wakakkaa, mau bener sekali aja, muncul Kintan “mamaaaahhh!” wah bubar, ngulang lagi, padahal Kintan udah dibilang diem dulu ya, nanti kalo mau anteng dibeliin es krim, eh malah 2 menit sekali nagih “manaaaa, es krimnya nggak lewat lewat!!” *huhuhuhuhuhu… *
Syuting hari pertama, setelah selesai baru nyadar kalo baju sama kerudung warnanya nggak matching, hik hik, tapi kata masnya “mbak, besok syuting lanjutan lagi, baju dll harus sama nggak boleh ganti” wadooohhhh… jadi hari ke 2 nggak matching lagi deh, hahahaha….
Thanks to Nia Radin, my make up artist, hahaha, Lian dan anak2, eyang, bunda yang bantuin syuting… Kakandaku tercinta kangmas Andri Wibowo yang ganteng dan imut, yang membelikan segala perlengkapan kueku waktu mulai belajar bikin kue, anak2ku tercinta Kintan dan Kinar yang pinter2 dan pengertian, juga bude Iwanku yang superwoman, segala urusan bisa beres kalo sama bude, hihihihi….. Ini sebagian cuplikan2 syutingnya…

Poto2 sebelum pamit pulang, lain kali main lagi mas-mas, kalo puyeng dengan Jakarta yang macet, boleh ngadem di rumah saya…
Oh iya, salam saya untuk sesama ibu2 rumah tangga yang membaca blog saya ini, hehehe… Biasanya ibu rumah tangga sih nggak pede kalo ditanya “kerja dimana?”, jawabnya “ah saya cuma ibu rumah tangga…” lho lho lhoo…. mulai sekarang kata “cuma” nya itu tolong di tip-ex, hihihihi, tidak gampang lhooo jadi ibu rumah tangga, sama tidak gampangnya dengan ibu2 yang bekerja di kantor, jadi marilah kita PeDe dan bangga gitu dengan status kita, terus kita manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berkarya sesuai minat dan bakat kita (daripada rumpi sana rumpi sini yang tidak penting yah nek….), karena kita juga punya kesempatan berkembang sama seperti dengan ibu2 yang berkarir di kantor….
Untuk bapak2 yang istrinya di rumah sebagai ibu rumah tangga, beri kesempatan dan beri fasilitas istri anda pak, jauh di lubuk hatinya pasti ada keinginan untuk mengembangkan diri tentunya sambil mengurus anak2…(pak walaupun saya orangnya cengar cengir tapi ini saran serius lho pak, hihihihi).
Untuk teman2ku yang masih di bekerja di kantor, saya nggak punya pesan apa2, qiqiqiq… abis saya punya temen 1, kalo dikompori supaya resign malah ngamuk (teman saya ini nama depannya huruf V) :p
Terima kasih mas-mas kru BJP yang jauh2 meliput ke rumah saya yang terpencil di Depok, terima kasih banyak yaaaa, semoga sukses terus!
Info Mudik 2010
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaaatuh…
hiehiehihe inyong kembali lagi ke Depok setelah seminggu lebih pulang kampung sungkem ke bapak ibu di Tulungagung dan Malang, Jawa Timur tercinta…. Walopun berangkatnya pas puncak arus mudik sampe harus nginep 2x di jalan, nggak apa2 lah… Di jalan banyak temennya macet dan kepanasan, dari mulai yang naik mobil mewah sampe naik andong, kekekek, gila aja tuh andong, terus dari yang kaca mobilnya pake Vkool sampe yang ditutupin handuk, kaos, bahkan sarung supaya nggak silau kena panas matahari, dari yang muatannya ditaro di atas kap mobil sampe motor yang bawaannya kayak truk gandeng.
Kami berangkat tanggal 8 sept, dimana ternyata itu adalah puncak2nya arus mudik, kekekeke, dari semaleman memantau arus mudik di tv katanya tol Cikampek macet tersendat bahkan berhenti, pas kita lewat sana eeh ternyata lancaaaaarrr bener, sempet ngetawain temen2 yang pulang di hari sebelumnya yang terjebak macet di tol (yang berujung kualat), yaitu pas 4 kilo mau keluar tol daaaaaan seterusnya, macet padat merayap tanpa harapan. Jalan yang biasa buat 1 jalur, jadi 4 jalur, yang 2 jalur di atas aspal, 1 jalur di pinggiran aspal, 1 nya lagi off road di pinggir sawah, kekekekeke, buset daaaaaah…
Anak2 seneng2 aja sih, nggak rewel, memang jauh hari sebelum mudik, Kintan sudah dikasih seminar sama papanya hehehee, bahwa rumah kakung dan utinya itu jauh sekali jadi nanti di jalan dinikmati aja. Kinar juga nggak rewel, jauh dekat tarifnya sama kan dia nggak tau, heheheh…. Inilah lay out kami di dalam mobil
Posisi navigator sudah digantikan Kintan, kursi belakang jadi kasur, diisi oleh adik Kinar dan bibi Yulia… Selama perjalanan, terpaksa Kinar makan agak ngawur. Mungkin pikirnya, “wah di rumah makannya hambar ngga ada rasa, eh mudik dikasih makan nasi soto, lontong bakso, i love mudik”
Kami menginap di Cirebon lalu yang hari ke 2 di Pati, ya mudik pake bayi ya begini, kalo udah mulai gelap harus berenti dan cari penginapan supaya semuanya bisa istirahat.
Di Malang 3 hari, makan bakso, rujak cingur… Di Tulungagung makan semuanya, hahahha, nggak sempet laper soalnya meja makan penuh terus. Di rumah Tulungagung juga kita potong kambing untuk Aqiqoh dek Kinar… Acaranya cuma selametan sederhana aja trus makan sate dan gule sama tetangga2 dan keluarga.
Di rumah Tulungagung, Kintan juga punya teman2 bayi, ada 6 temen bayinya, wooooowwww, anaknya siapa ajaa??? Yang 1 anaknya tante Ari, namanya Radit (Kinar umur 10 bulan, Radit umur 2.5 bulan, gedenya sama
):
Yang 5 lagi anaknya mak Coky, kucingnya mami, hihihihihi…. Kucing persia umur setahun, anaknya ada 5, umurnya baru 2 minggu…
Hiburannya ya Coky ini. Makannya disuapin sama Kintan, minumnya juga disuapin (nyuapin kucing ala Kintan = diguyur, kekekeke, untung yang punya kucing lagi di kantor waktu itu
).
Kinar juga seneng sama Coky, kalo Kinar lagi disuapin dan makannya diemut, ditakut2in nanti disuruh mimik bareng anak2nya Coky di dalem kandang, huahuahhaa, kata Kinar, “egepe“, tetep aja makannya diemut
Sukanya duduk2 di depan kandangnya kucing, ya kadang duduk anteng, kadang ya nggak anteng
Di rumah nggak ada internet, sinyal 3G juga mati segan hidup tak mau. Jadi memang nggak bisa onlen, kadang2 sih buka FB di henpon, kekekeke, hari gini pake henpon, kok nggak pake BB? ah enggak ah, sayang kalo nanti dibanting Kinar….
Kembali ke Depok baru kemarin hari Senin pagi nyampe rumah. Beres2 dan istirahat. Baru kerasa, kalo mudik, di sana sarapan udah tersedia, makan setengah siang, makan siang, makan sore, makan malam, hihihihi, semuanya tinggal pilih tinggal tunjuk. Lha kalo disini siapa yang mau ditunjuk
Disana kalo mau mandiin anak2, air panas udah siap, kalo disini ya kalo pengen mandi air anget ya ngerebus dulu, angkat ke kamar mandi, isi baknya, baru bisa mandi… Ya kembali ke rutinitas multitasking, tinggal nunggu kapan mami pensiun, supaya bisa nemenin aku disini, hihihihi, maunya.
Bikin kue mulai aktif lagi mulai minggu depan, tanggal 28 Sept. Sementara ini mau mengurusi hal2 yang terbengkalai antara lain web yang nggak pernah diupdate. Mohon maaf soalnya Kinar udah mulai kesana kemari jadi harus diawasi mulai dia bangun sampe tidur lagi, lha tidurnya itu jam 9 malem, bangunnya setengah 5, yah bagaimana saya bisa ngapa2in…
Rumah yang dulunya harus bersih dan rapi, sekarang targetnya bersih aja deh, rapi2nya entar2an, abisnya baru dirapiin dateng Kinar, berantakan lagi
Kalau ada email ataupun comment yang belum terbalas, mohon maaf sebesar2nya yaa….
Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin dari saya dan keluarga
(nasib yang moto, selalu nggak kepoto, hiks)
Update
Halo good morning…. Aduuuh kemane ajeee nih yang punya blog, hihihihihi… Maap maap… Produksi masih jalan terus tiap hari kok, masih bikin kue… Kinar udah mulai belajar jalan, merangkak udah sampe kemana2 jadi agak keteteran ngupdate blog… Mbak Indun yang biasanya bantuin nyeterika baju dan beres2 rumah, udah seminggu ini pamit karena juga punya anak balita di rumah yang sekarang udah nggak bisa ditinggal lagi. Sempet shock sebentar waktu mbak Indun pamitan, wedehhhh lha ini rumah bagaimana?? Cucian?? Setrikaan?? Untung sudah ketemu solusinya…
Kekekekkee, solusinya ya kerja bakti dehhh… Nyari orang buat bantu2 lagi ya susah, kalopun dapet belum tentu selesai masalah, bisa jadi malah ada masalah baru, nggak cocok dsb… Lebih gampang cuci seterika sendiri dan beres2 sendiri. Produksi kue di rem dulu, nggak bisa banyak2 mengingat Kinar mulai bereksplorasi kemana2. Omzet turun dong? Ah rejeki alhamdulillah ada aja, cukup, kurang, lebih, tergantung manajemennya…
Sementara di hardisk ada bermacam2 foto kue yang belum diedit, ada 3x wedding cupcakes yang belum diupload, sabar ya pembaca, hiihihi, saya masih sibuk menata skala prioritas… Oh iya, tentang wedding cupcakes, mungkin sementara ini saya agak membatasi diri dulu. Untuk orderan kue yang mengharuskan saya meninggalkan Kinar di rumah, saya tidak bisa. Anak ini spesial sekali, dia anti botol susu, nggak doyan, hahahaha… dilepeh2 terus. Susu formula, belom pernah sekalipun nyicipin (ga dikasih beli ama bapaknya, kekekek…), jadi Kinar nggak bisa ditinggal lama2. Kalo wedding, saya cuma melayani yang jarak tempuhnya dari rumah paling lama 1 jam, dan tiersnya saya nggak bisa ambil tapi titip dibawain pulang sama pengantennya, hihihihi…. Selesai setting langsung pulang istirahat.
Yaa perjalanan bakulan, hehehehhe…. Harus mengalami yang begini begini… Tapi ya harus bisa beradaptasi, bisa bermanuver (emangnya sepedaan, kekeke) supaya bakulannya bisa jalan terus…
Happy tuesday, selamat berpuasa besok, oh iya terima kasih yang udah ngucapin selamat ulangtahun buat saya di bulan kemarin, hehehehe… Alhamdulillah sudah 26 tahun, dengan 2 anak balita, dan 1 suami tercinta yang setia menemani 5 tahun ini…
Lebaran ini mudik, jadi bakulannya tutup ya dari tanggal 5 september – 24 september 2010.
Manajemen Bakulan dengan 1 Balita dan 1 Bayi
Judulnya Manajemen Bakulan dengan 1 balita dan 1 bayi… Kok nggak ditambahin, dengan 1 suami? karena suami saya udah gede, bisa ngurus dirinya sendiri, kalo bisa sih ngurusin anak2 juga, hihihihihi….
Sok banget siiih nulis begini, lha wong masih amburadul juga, hahahahha…. Tapi nanti suatu saat saya ingin anak2 baca tulisan ini, kenapa bakulan emaknya bisa bertahan sampai sekarang walopun mereka masih kecil2 dan butuh perhatian ekstra.Tidak sedikit yang begitu punya bayi trus bakulannya berhenti, ya nggak apa2 juga, saya mengerti sekali. Ini sih kalo bisa juga pengennya nggak bikin kueh, santai aja sama anak2, tapi ya gimana, hasrat menghias kue tidak bisa dihilangkan, daripada tembok rumah aku hias2 pake fondant, kekekekkee….
Kintan, mandiri sekali, pokoknya sudah paham prinsip stay away from the cakes, hahahah… Kalau teman2nya main ke rumah pun dia yang bilang, jangan main di ruang tengah nanti kena kue mama
mainnya di teras aja, atau dimana lah terserah yang penting nggak di deket kue… Tapi hal ini juga membawa efek lain, rumah udah kayak pasar asemka aja tuh kalo Kintan lagi gelar mainannya, hihihihi, kadang2 ya ngomel juga, tapi kadang nggak sempet ngomelin karna sibuk sama kue juga
Kinar, sudah 1x jatuh dari ranjang. Waktu itu di rumah bertiga aja, mama, Kintan, Kinar. Setelah mandiin Kintan, saya mandi, Kinar ada di kamar dibentengi bantal guling selimut dll. Kintan nungguin adiknya. Trus dia laporan, “maaaa maaa Kinar jatuh!” untung mandi udah kelar, loncat ke kamar ternyata Kinar sudah pasrah di bawah kasur, sambil nangis kenceng, hhuhuhuhuhuhu, rontok jantungku. Cek semuanya, nggak apa2, setelah digendong berenti nangisnya. Ternyata dia mundur2 dan ada 1 celah diantara bantal dan guling yang diterobos. Lalu saya revisi tugas Kintan, “kalo adiknya mundur2 mau ke lantai kasih tau mama ya, jangan baru jatuh dikasih taunya” kata Kintan “iya”, lalu adiknya dideketin “makanya Kinar jangan mundur2 ya nanti kamu jatuh” qeqeqeqeq….
Sejak saat itu, kapok deh, nggak lagi2 saya tinggalin Kinar tanpa pengawasan. Kalo ninggalin ya titip ke bude atau ke papa. Job bude, sekarang asisten bikin kue plus babby sitter, hahahaha, kerjanya bener2 gantian, satu bikin kue, satu nungguin Kinar.
Sebenernya saya udah jauh2 dari kata begadang, berusaha nggak begadang maksudnya, waktu tidur ya tidur. Tapi seringnya ya, anak2 tidur, baru bisa kerja yang konsen. Bude Iwan, sering pulang jam 11 malem
maaf ya pak Iwan, hihihihi…. Ya mau nggak mau sekarang jam kerja tergantung anak2. Ada hari2 yang Kinar nggak mau ditinggal sama sekali, kalo kayak gitu ya udah deh pasrah, kekekeke, bikin kue kejar tayang aja, nggak ada deh waktu buat nyicil2 hiasan
Soal makan, saya nggak pernah masak
habitnya ya pesen online kayak sosis, dimsum, yang frozen2 gitu, taro di kulkas. Lebih enak belanja online, rasanya terjamin karena kenal sama yang bikin, kualitasnya juga lebih bagus. Kalo lauk mateng sih catering aja sama tetangga
makasih ya Bun, membuat hidupku lebih mudah, hahahhaa…. Masak sendiri paling ya kalo rajin sebulan 2x aja, kekekeke….
Beres2 rumah? Ada embak yang dateng pagi pulang siang, beresin cucian dan beresin rumah, walopun sepulangnya dia rumah berantakan lagi, hahahaahha… yang penting baju kerja papa ada, seragam kintan ke sekolah ada, aku sih pake daster nggak diseterika juga nggak apa apa
Hmmm, trus apa lagi ya? Oh iya, soal telepon, telepon saya ada, tapi kalo ada yang telepon nggak bisa angkat telepon juga, saya prefer komunikasinya lewat SMS atau email aja kalo nggak keberatan ya….
Edit foto? posting di blog? aduh bisa duduk sejam dengan tenang di depan komputer itu rasanya langka banget deh. Biasanya baru duduk Kinar sudah “huaaaaaa…”. Ini Kinar lagi tidur nyenyak pagi2, tumben, mungkin karena udaranya lagi dingin… kalo sempet update foto biasanya saya masukin flickr dulu, ceritanya entar2, kalo nggak lupa, hehehehe….
Ya udah segitu aja, pokoknya terima kasih lah buat papa yang mau menerima saya apa adanya, hihihihihi, juga bude Iwan yang sering direpotin ini itu. Untuk teman2 saya yang bakul yang juga sibuk dengan balita di rumah, selamat menikmati yah, memang beginilah, ibu rumah tangga, tidak seindah iklan di tipi, hahahaha….
Serba serbi di balik layar
Maaf ya ini lama2 kok blogku diupdatenya sebulan sekali gini, kekekkee… Ya mohon dimaklumi aja, sibuk, pembantu saya yang 15 orang lagi cuti semua kemaren saya bagiin tiket berlibur ke Hawaii, qeqeqeq…
Nggak tiap hari ada pesenan kue sih, ya ada kosong2nya, tapi sewaktu kosong itu jadwal sudah penuh juga, buat bayar utang tidur, buat update nonton berita di tipi (baru tau kalo bu Sri Mulyani resign dan mau jadi direktur World Bank, hiks, sedih, titidije ya bu, kenapa mesti pindah ke luar negri sih bu, tapi resign trus jadi bakul kueh juga bukan kerjaan yang cocok buat ibu, qeqeqeq, i love u bu…), buat liatin rumput depan rumah yang udah tinggi (liat doang, ngerapiin enggak
), dan buat segudang acara nyonya besar lainnya… Kadang2 anak2 juga perlu diawasin kalo mainnya mulai aneh2, kayak gini nih, jangan sampe pas meleng Kinar diguyur air sama kakaknya
ini lagi nulis aja gak tau kintan mecahin apa di dapur
Kadang2 kalo lagi nggak ada pesenan, papa cuti, kita sekeluarga pergi main. Papa kurang suka main ke mol kecuali untuk beli sesuatu (coba kalo toko sepeda adanya di mol, pasti papa sangat cinta mol :p), jadi kita perginya ya ke tempat kayak gini, lesehan, main bola, nyemplung kali, kekekeke…
Mengenai jumlah orderan kue yang bisa dibikin dalam 1 hari, sekarang juga terbatas, kalaupun daku menolak orderan, memang kapasitas sehari juga terbatas dan sudah terisi oleh pemesan yang lain, gitu, jadi mohon dimaafkaaaaan yaaaaa…. Dulu sih bisa kerja mulai dari jam 9 pagi sampe jam 12 malem, atau bangun jam 3 malem sampe jam 8 pagi, tapi sekarang udah nggak bisa lagi deh… Pagi itu jam kerja cuma sampe jam 7 pagi aja, abis itu di take over oleh karir yang lain yaitu ngrebus aer buat mandi anak2, masak nasi, bikin kopi, dll, hiahiahiahia…. Mengenai jam berapa saya bisa angkat telp, tergantung kesediaan boss Kinar untuk dicuekin barang sebentar atau 2 bentar apa tidak, dan apakah boss lagi bobok apa tidak
(kekeke, nasib kantor di rumah, ribet ribet deh..)
Walaupun sekarang yg ngerjain kue 2 orang yaitu aku dan bude, tapi kerjanya juga mesti gantian, kalo satu ngerjain kue, satunya megang Kinar. Jadi tiap hari Kinar makan dan mandi kalo nggak sama mama ya sama bude, tergantung siapa yg lagi nganggur pada jam makan/mandinya, kekekee…
Ya sudah gitu aja kabar2nya, poto dan cerita kuenya entar aja yaaaaa…
Giant Glossy Lips Cake
Pesan dari mbak Tia Fourseas Signature EO, “nanti diceritain ya cara bikinnya di web” hahahhaa, baiklah mbak, ceritanya akan panjang sekali nih
Tugasku adalah membuat kue tumpuk, yang bawah ukuran 30x60cm (yang kemudian aku putuskan ukurannya 40x60cm aja supaya keliatan lebih proporsional, dari gabus), di atasnya ada kue bentuk bibir yang keliatan glossy, dari kue asli, total tinggi kue gabus dan kue bibir 20cm. Detail lain2nya diserahkan sepenuhnya ke aku. Kue ini untuk ulangtahun ke 16 Ellya yang suka fashion.
Pertama, kue bibirnya itu, butuh kue seberapa banyak, belom tau, hahahaha… jadi aku dan bude menyusun loyang main puzzle, disusun2 lalu kira diukir bagaimana yang mendekati ukuran kue bibir ini. Oke lah, baking kue, ternyata waktu mau disusun, kuenya kurang, hahahahah… untung ada kue lain yang belom dihias, ambil aja, templokin, kekeke, nanti bisa bikin lagi penggantinya.
Lalu pola bibirnya, biasanya kalo bikin pola untuk ngukir kue, aku print aja nanti digunting lalu diletakkan di atas kue, tinggal nanti kue dipotong sesuai pola itu. Nah berhubung ini bibir ukurannya gede banget, mau ngeprint juga ga muat kertasnya, akhirnya aku gambar dulu ukuran bibir kecil, lalu diperbesar manual, digambar pake penggaris dan pinjem crayonnya Kintan, kekekeke… Pola ini aku bikin di kertas bolu kukus itu loh, yang meteran, ahahahahahaha…. Pola beres, tinggal dipasang di atas kue sebagai acuan untuk mengukir.
Masalah berikutnya, ganachenya kurang,hahahahha…. di tengah2 nyusun kue, abis, bikin lagi, abis lagi, sampe 3x bikin baru cukup. Bikin ganache yang siap dalam waktu singkat, ga usah tunggu semalem2, bikinnya whipcream dikocok dulu baru dikasih coklat leleh, tunggu sampe ilang dinginnya, baru dipake, ini jauh lebih cepet daripada bikin yang ngetim whipcream itu, halah itu mah keburu bubar pestanya kuenya belom jadi, hiahiahia… jadi kue yang sudah diukir, dipoles lagi pake ganache di semua sisi dan sudut, supaya keliatan mulus eheheehhe….
Next problem, nggak punya AC, jadi nunggu ganachenya supaya set lama bangeeeeettt, huhuhuuuuu, mana dikejar2 hansip waktu, mana mau numpang ngedinginin di AC mobil papanya belom pulang, aku kan nggak bisa nyalain mobil, harus injek kopling dll, halah ntar malah nabrak tembok bisa panjang urusannya… Trus nutup kuenya pake fondant merah. berhubung size nya ektra, susah payah tuh gilingnya, hahahaha, bude yang giling fondantnya, trus mau pindahin dari gilingan ke atas kue, huaaaaa ini juga pake acara komat kamit berdoa supaya nggak gagal (ngewarnain merah butuh 2 hari bo, 3 kilo, wakkakaka, gak kuku kalo mesti ngewarnain lagi), udah plekkk fondant ditaro di atas kuenya, baru inget “huwaaaaaaaa belom dipoles buttercream, baru dipoles ganache doang!!!!!!” Inget kan kasus kue melorot yang ini? huhuhuhuhu… takut ntar kuenya melorot lagi kalo ga pake buttercream tipis, huaaa… Lemes banget lah pokoknya… tapi berhubung nggak bisa diulang lagi (akan panjang prosesnya kalo ngulang dari ngewarnain fondant baru, giling lagi, nutup lagi, dst), baiklah berdoa aja supaya kuenya aman nggak melorot, lagian tadi ganachenya juga udah agak keras kok…
Kemudian, memindahkan bibir raksasa itu ke atas kue gabus tadi, ini juga nggak gampang, nggak gampang karna ga tau caranya, hahahahha…. Setelah kue dipindahkan dengan susah payah, berikutnya adalah memoles dengan lip gloss sesuai titah dari mbak Tia bahwa bibirnya harus keliatan glossy.
Hasil berguru di internet (nyari tutorial grasak grusuk kesana kemari), maka beberapa cara untuk mendapatkan efek glossy adalah antara lain diwarnai pake airbrush… Sedangkan airbrushnya masih disimpen di toko Ani, alias belom beli, hahahahahha, alias nggak punya
Cara lain adalah dikasih uap air panas, jadi keliatan mengkilat (mengkilatnya akan seperti kalo fondant di musim hujan gitu lho, kurang oke yaa sepertinya). Cara lain, di luar negri, pake produk yang buat nyemprot loyang supaya kue gak lengket itu lho, tapi disini sih nggak ada produk gituan. Nah trus gimana dooong???? *pada tahap ini saya udah kayak nenek lampir yang rambutnya jegrik ke atas semua, wakakakka* Jadinya aku nyoba2, piping gel + pewarna merah + pearl dust wilton = lip gloss untuk kue. Hahahahha, bisa lhooo! Kue udah aku poles lip gloss, udah keliatan mengkilat + sedikit bling bling karna efek pearl dustnya, horeeee….
Tapi semakin siang, efek dari ganache yang belom terlalu set, bagian sisi kiri bibir, fondantnya terkelupas sedikit, bagian dalam kue jadi keliatan. Papa bolak balik ngeliatin “maaaa, ini bolong nihhh bibir yang sebelah siniii” huuhuuuu, iya iya aku kan juga udah tau itu bolong, bikin panik aja… “udah tenang aja pa, ntar dipermak, percaya aku deh, pokoknya hepi ending lah ini semua…” kekekeke, udah stress tingkat berattt, jawab ngawur aja asal papa nggak tambah panik…
Sementara daku mempermak kue yang bolong, anak2 sudah dipegang oleh bebisiternya, wakakkaka… kalo nggak gini nggak kelar2….
Masuk gudang ajaib, cari pernak pernik, masih ada bulu2 merah dan kupu2 merah, aaaaahhh, horeeee, bibir yang bolong tadi aku pasang scarf fondant, kekekeke, ilang deh bolongnya, tertutup scarf, trus dipakein kupu2 merah
Dari sekian proses yang begitu panjang itu, baru deh bisa senyum
tapi ternyata senyum gak lama, ada lagi bagian yang mau bolong lagi, tepat di bagian atas, yang kalo ditutup kupu lagi nggak cocok proporsinya, akhirnya aku kasih aja mutiara warna silver, jadinya kayak anting tindikan anak2 metal gitu, kekekeke
Beberapa foto sebelum papa dan Kintan berangkat nganterin kue, sedangkan aku dan bu Iwan dan Kinar di rumah aja, ngerjain kue pesenan besok… Kintan dan papa udah bisa nganter kue berdua aja tanpa aku, heheheh, hebat kan… Trus yang ngangkut kuenya sapa nanti?? yang ngangkut orang dari tempat acaranya nanti, hehehehe, enak kan, enak kalo ada mbak Tia, semuanya diurus sampe tuntas
thanks ya mbaaaa…
Sepanjang jalan papa berangkat, aku di rumah deg2an terus, semogaaa kuenya baik2 aja, semoga selamat semua sampe tempat acara… Akhirnya 2 jam kemudian (kalo bawa kue papa nyetirnya lama kayak truk petikemas, kekekek) papa sms “kuenya aman, yang ultah juga udah liat, EO nya suka…” huuhuhuhuu hepinyaaaaaaa tiada tara…Ini foto2 yang diambil papa di The Only One Club di FX Senayan,
Menjadi emak2 yang kantornya di rumah, kadang enak, kadang enak sekaliii, kadang juga ada saat2 dimana support semua orang yang tinggal di rumah sangat dibutuhkan. Kemarin papa cerita tentang temannya yang baru akan membuka usaha, dimana rencananya usaha itu akan dilakukan di rumah juga, si temen itu khawatir nanti kalo keluarganya terganggu. Kata papa “gak papa, istriku juga kerjanya di rumah, kadang2 kalo aku pulang kantor udah capek banget, pulang2 liat keadaan seisi rumah kayak kapal tenggelem (hiahiahia), anak belom makan dll, aku makan sekalian aku suapin, gimana lagi, terima aja, emang keadaanya kayak gitu, kalopun nanti ada benturan2 ya nikmati aja, jadi nanti ketauan mana2 yang harus diperbaiki dan bagaimana masing2 akan menyesuaikan diri…” hhiihihihi, diam2 saya salut banget sama suami saya yang gantengnya tiada tara itu, kekekeke…
Bude Iwan, yang sekarang sudah biasa diajak brainstorming, memecahkan masalah bersama2, terima kasih yaaa
Mbak Tiaaaaaa, I love you so much, terima kasih sudah memudahkan semuanya, hehehehe, juga memahami daku yang emak2 banyak alasan ini, hahahahah…. “Mbak, nanti kuenya aku nggak bisa bawa ke atas yaa, ada yang bisa bantuin ngangkut ke lt 5 nggak?” “adaaaaa, tenang aja” hihihhi… “Mbaaak gak nemu bola2 disko nih, gak pake aja yaaa” “Iyaaaa…atur aja”
Untuk ukuran seorang EO, mbak Tia ini kelewat baik deh, hehehe, sukses terus ya mbak
Udah kayak dapet piala Oscar aja nih, hiahahiahi, namanya juga lg seneng…. Ya begitu deh, kalo nggak punya alat2nya, bukan berarti nggak bisa semuanya, tengok aja kanan kiri, barangkali ada yang bisa diberdayakan….
And finally semuanya happy ending…
Updates
Maaf ya foto2 kuenya lagi pada diedit, besok semoga udah bisa posting2…. Sementara opening artist dulu deh yang muncul, hahahaha…. Kinar dipangku bude Iwan difoto di sebelah kue. Ya inilah studio fotoku, kertas kado dijembreng di atas meja plastik, diselotip di tiang, hahahahhaa….
Juragan Baru
Status saya sebagai owner, sudah turun kasta… soalnya ada yang naik pangkat jadi juragan Maki Cakes… anak bayi ini deh bossnya… kalo boss udah bad mood, bete, nggak mau mainan, nggak mau ayunan, nggak mau semua, udah deh tamat cerita, nggak akan bisa bikin figurin dan hiasan kue, nggak akan bisa bales email atau angkat telepon atau cuma bales sms, wakakaka…. maka dari itu, H2M aja, Harap Harap Maklum gitu loh…
Ini poto tadi siang, Kinar tidur nggak nyenyak, bentar2 bangun, ada tukang bakso lewat bangun, tukang ojek lewat bangun, bahkan orang batuk dari rumah blok sebelah pun bisa bikin bangun, kekekeke…. Ya udah daripada nemenin tidur, aku gotong aja ke teras depan, poto2, hihihihi, abis poto pun tak mau tidur, hik hik… Jam 8 malem tadi baru tidur, tinggalah daku, dengan segerobak kerjaan buat besok…
Apabila ada yang ngarepin updetan poto kue, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, hiks hiks…
*melanjutkan begadang*
3 Months Old Kinar
Beberapa hari ini sudah bisa tengkurep sendiri, artinya harus lebih mengawasi.
Anak ini udah tau mall Ambasador, Titan, pasar pagi Mangga Dua, dan tempat2 hang out mama lainnya… *dasar emak gue bakul kue, hang out kok ke mangga dua, wakakaka*
Tadi sore aku ajak ketemu calon customer wedding di Pejaten Village. Duduk di cakeshop ala remaja2 masa kini, tapi sambil mangku bayi, hoahahaha… Di meja depan ada beberapa orang yang kalo diliat2 sih mungkin anak kuliahan, lagi duduk ngobrol ketawa ketiwi sambil makan cake gitu, gaya cuek kaki dilipet ala warteg sambil nyalain leptop… Mikir2 juga, kok aku waktu kuliah nggak kayak gitu ya, kerja pagi ampe sore lalu malemnya kuliah, wiken hiburannya makan bareng papa di warung Indomie deket kampus, hahaha… Ya gimanapun juga, masa mudaku indah kok
Happy 3 months ya anakku Kinar, papa mama dan kakak Kintan sayang padamuuu… Pesen mama cuma 1, dilarang nangis kalo mama lagi bikin kue, hahahaha….
Kids, 6 Jan 2010
My girls at home, inilah teman-teman kerjaku, balita 4 tahun dan bayi 2 bulan, hahaha…
Kintan, udah mulai hapal susunan lemari baju adiknya, sudah bisa dimintain tolong “ambilin celana adek ya, di rak nomor 1 ” hihhihi… mau? mau dong, kan kakak yang baik…
Kinar, sudah mulai bisa bobok tanpa digendong atau ditepuk2, kalo ngantuk ditaro aja di kasur, nanti akan rewel sebentar tapi gak lama akan tidur sendiri.
Senengnya bisa di rumah nemenin anak-anak…
Persiapan Buka Cabang
Sesuai dengan mimpi saya dulu yaitu untuk membuka Maki Cakes cabang Singapore dan Kuala Lumpur, lambat laun memang kalo kerja keras nggak ada yang nggak mungkin kok… Ya walopun persiapannya baru mencapai 10% alias baru penentuan calon Kepala Cabangnya doang, hoahahahahah….
Yang satu udah bisa nulis walopun jelek buanget, kekekeke… Juga mulai bisa berhitung satu, dua, tiga..sebelas, dua belas, sembilan puluh… Hihihi, bisa cepet kaya kalo ngitungnya langsung lompat2 jauh begitu…
Satu lagi walopun masih 1.5 bulan tapi sudah bisa defense lho, hebat nggak? salah satunya kalo ada nyamuk mendekat udah bisa nampol hahahah… Juga udah ditraining duduk ongkang2 ala boss, hahaha…
Semoga semua jadi anak pinter, jujur dan mau kerja keras, amiiin…












































































































