Home > Klub Berani Baking > KBB #5 : Banoffee Pie

KBB #5 : Banoffee Pie

Depok, 31 Mei jam 18.45.

Huaaa mau sembunyi di balik gunung! Bener2 last minute.

Ya sudah bu host, ini laporanku ya…

Ngedit foto di leptop, wakakka, bingung settingnya gimana. Tapi karna emang wis elek dari sononya ya tetep, kekeke. Taro piring di atas sadel sepeda motor, dapet 3 kali jepret ada tetangga dateng, “Yuul, besok arisan yaaaa”, xixixix…. Sekalian aja, “mau kue kan? nih tak potongin yaa, ayo masuk…” hahaha…. lumayaan… Soalnya di rumah pemangsa kue sudah mulai mabuk semua, tapi tadi papa nyicipin eeeh suka lho!

Pie nya renyah, walopun belom pernah bikin sebelomnya tapi alhamdulillaaaah berhasil juga. Sebelom dikasih pisang udah grompal2 tembok pie nya dijajah kintan, huahaha, meleng dikit udah amblas tuh.

Ini resepnya:

Resep Tantangan #5: Banoffee Pies

Periode ini kita akan membuat pie/tart pisang karamel. Yang perlu diperhatikan adalah cara membuat pastry. Pastry tidak boleh terlalu lama diproses karena akan menyebabkan pastry menjadi keras. Pastry yang bagus adalah jika dibelah dengan pisau tidak akan pecah dan mempunyai kerenyahan yang dapat dibelah dengan mudah memakai garpu. Jika pemanggangan terlalu lama dan membakar dasar pastry, maka garpu tidak akan sukses melewati lapisan pastry, berarti pastry-nya gagal. Jadi musti rajin memeriksa pastry yang dipanggang beberapa menit sebelum durasi pemanggangannya usai.

Jika ingin berkonsultasi dengan buku-buku resep masing-masing silakan, tetapi resep pastrynya wajib memakai resep di bawah ini.

Untuk filling, diserahkan kepada selera masing-masing: jika ingin mendapatkan filling yang runny atau cair, waktu memasak hingga mendidih hanya 4 menit saja, memakai api sedang. Jika ingin lebih ‘padat’ masaklah hingga waktu yang ditetapkan dalam resep. After all, it’s for you!

Variasi: boleh menggunakan loyang individual jika punya. Boleh menambahkan kacang-kacangan jika suka (misalnya walnut atau pecans) atau gunakan pengganti lain-misalnya buah-buahan segar- sebagai alternatif taburan selain coklat. Silakan dihias sesuai selera masing-masing.

Bake Blind: gunakan biji-bijian yang lebih besar untuk pie/tart di loyang yang besar dan biji-bijian lebih kecil untuk loyang-loyang individual. Menggunakan biji yang kecil untuk loyang yang kecil disarankan supaya dapat memenuhi segenap penjuru loyang, karena biji yang kecil dapat lebih mudah menyelip di sudut-sudut tepi loyang.

Sumber: Foodtown Magazine. October-November 2007; Cuisine Magazine, November 2002. dengan modifikasi resep pastry dan filling.

Tingkat Kesulitan: Menantang. Untuk 4-6 potong.

Pastry:

300g tepung terigu, 150g mentega tawar, iris dadu, 5 sdM gula, 2 kuning telur, 3 sdM air dingin

Masukkan tepung, mentega dan gula di dalam food processor [aku bingung deh, emang yg namanya food prosesor itu segede apa sih, yg aku punya FP yg dulu buat bikin bubur bayinya kintan, kekeke, aku bikin setengah resep aja udah mo meledak FPnya, bunyi ngek…ngek… doang, gak mau muter besinya, huahhaa, akhirnya aku pindah ke blender, yak benar, blender yang buat bikin jus itu! hahahah] , lalu proses hingga tercampur rata, tambahkan kuning telur (memakai pulse, supaya mengadoninya kemungkinan besar dapat tercampur rata dengan kecepatan tinggi dan waktu yang pendek). Proses hingga menjadi remah-remah. Tambahkan air sedikit demi sedikit. Jika remahnya menjadi lebih besar (maksudnya sudah terkumpul), matikan mesin dan periksa apakah pastry bisa dikumpulkan jadi satu jika ditekan-tekan menggunakan jari (tekannya pelan-pelan aja, just to make sure). Keluarkan ke atas meja kerja dan kumpulkan (jangan uleni) hingga membentuk bulatan besar. (cara yang paling baik adalah tidak dengan meremas2 adonan supaya tidak mendapatkan hasil pastry yang keras/rubbery. Kumpulkan adonan ke atas plastik, kalau bisa langsung dibentuk seperti bola lewat cara merapatkan seluruh ujung plastik menjadi satu sehingga membentuk bola, jadi tidak menggunakan jari jemari anda untuk membentuk apalagi meremas adonan.

Note: jika tidak mempunyai food processor, tepung bisa dicampur dengan mentega pakai jari hingga berbentuk remah-remah hanya saja jangan diremas-remas. Gunakan ujung2 jari jika ingin mencampurkan tepung dengan mentega.

Setelah terkumpul membentuk bola diamkan di kulkas selama kurang lebih 30 menit.

Keluarkan dari kulkas, giling sehingga mencukupi untuk menutup 20-22cm flan tin atau loyang pie/tart.. Tekan-tekan hingga memadati seluruh dasar loyang. Trim pinggiran pie/tart lalu tusuk dasar pastry dengan garpu [yang ini pake cara barbar, nempeling ke pinggirannya pake tangan, padahal udah dibilang minimalkan penggunaan tangan, ixixix, yang penting beres :D]. Sisihkan sebentar selama 30 menit.

Alasi kertas roti dan gunakan biji-bijian [tidak punya biji2an saya, pake makaroni deh] untuk menekan adonan supaya tidak menggelembung jika dipanggang. Panggang suhu 180C selama 12-15 menit atau hingga pastry kelihatan kecoklatan. (Lalu angkat kertas roti dan biji2an lalu panggang lagi selama 5 menit hingga dasar pastry mengering.) [nah kalo soal waktu itu eikeh ga nengok jam, pokoknya liat, kalo kira2 belom gosong ya lanjot, kalo sudah tanda berbahaya ya artinya siap diangkat, hehehe].

Filling

75g mentega, 50g brown sugar, 3 sdM susu, 300g SKM, 2 buah pisang matang tapi tidak lembek, 300ml krim, ½ -1 cup white chocolate curls atau parut.

Masak mentega dengan gula [aku gak pake gula] hingga mentega leleh dan gula larut. Didihkan dan masak selama 1 menit (dengan api kecil), sambil diaduk-aduk menggunakan sendok kayu. Angkat dari api dan tambahkan susu dan SKM. Kembalikan ke atas api dan didihkan. Masak hingga 5-6 menit, diaduk-aduk hingga filling mengental dan berwarna kecoklatan. Dinginkan. (jika ingin mendapatkan efek runny, masaknya hanya sampai 4 menit saja).

Iris-iris pisang dan susun di dasar pastry yang sudah dipanggang. Tuang karamel lalu dinginkan di dalam kulkas selama 2 jam. Kocok krim hingga kaku lalu tuang ke atas pie/tart.

——–

Lunaaaas…. mau mandi bola duluhhh!

Categories: Klub Berani Baking
  1. May 31, 2008 at 1:48 pm

    Mbak, aku tadi juga bikin Pie. Pas makan tadi seneng banget, enak, g percaya bisa bikin beginian..Hehehe..

    Tp ternyata pas baca postingannya mb soal pastrynya. Barulah sadar, klo cara bikinnya salah, bener2 aku uleni, remes2, makanya patah pas diiris. Tp g terlalu parah sih, cm patah sedikit. Cm pas udah diiris2 jadi bentuknya g secantik pas masih bunder utuh. Hiks…

    Besok2 nyoba lagi, pake blender kyk mb.. Hehehe…

    Makasih udah sharing y mb.. Bertambah lagi ilmu soal masak memasak^_^

    Dari secret admirernya Maki Cakes..
    huehehe

  2. May 31, 2008 at 2:00 pm

    Horeeeeeeee

    Akhirnya gw juga kelar.. (kelar update di warnet)

    Jangan lupa postingan kue mu yg masih gundul.

    Kintun….. besok2 mandi bolanya dah ga harus weekend nehhhh

  3. May 31, 2008 at 11:05 pm

    kemaren ke sini belum ada qiqiqiq ya sut hari ini aku patroli lebih banyak dari bulan kemaren2. sip mak’e kintan hehehe… sut cherry merahnya menggoda imans… kok aku belum pernah nemu cherry begituan ya di sini?

  4. June 2, 2008 at 9:43 am

    Cherry sexy tenan tuh..:-)

  5. June 2, 2008 at 3:55 pm

    *ngintip Maki yang lagi motret di atas sadel motor* Ini Makinya yg di atas sadel apa pie-nya? wakakakakkkkk!!

    Emang mboke ngedit pake software apa? kalo gamo ribet pake iPhoto juga cukup kok.

  6. June 5, 2008 at 2:13 am

    Yul… pengen coel-coel nih pie-nya..😀.
    boleh ngga?

  7. June 7, 2008 at 12:34 pm

    Wis cantik gitu lho jeng, foto dan banopinya sing motret juga:)

  1. May 31, 2008 at 12:48 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: