Home > Di balik layar > Update Kasus Pencurian Foto

Update Kasus Pencurian Foto

Kemarin dan sampai hari ini aku harus berulang kali menarik nafas panjang, sekedar untuk menenangkan diri…

Seperti yang udah aku tulis sebelumnya, akhirnya aku menjadi salah satu yang mendapat “kehormatan” untuk menjadi pemilik foto yang fotonya dicuri dan dipergunakan oleh pihak lain tanpa ijin, untuk kepentingan komersil. Kalau dipikir aku menuntut materi, salah besar, walaupun sebenarnya aku berhak untuk itu, atas gambar yang mereka dapatkan dengan mencuri dan mereka sebarkan sebagai portofolio mereka, klaim mereka itulah yang sangat menyakiti aku. Terima kasih yaa yang sudah nasehatin untuk sabar, iya aku berusaha kok….🙂

Dan kemarin siang, beberapa menit setelah aku mengirimkan email dan memberitahu mereka via SMS bahwa aku baru mengirimkan email keberatan atas pemakaian fotoku oleh mereka, ada telpon masuk. Tertulis dari “Rianti Customer”, aku selalu menyimpan nomor telp orang yang pesen kue/tanya2 harga kue di handphone ku dengan menambahkan kata Customer di belakangnya, dan ketika aku angkat ternyata bapak2. Mungkin umurnya 40 sekian, mungkin, aku menebak dari suaranya. Dan jangan kira suaranya lembut seperti para petugas Call Centre, tapi sangat mirip seperti Polisi lalu lintas yang menilang aku sebagai sopir kopaja yang ngetem di pinggir jalan. Dia memperkenalkan diri dari **** Cupcakes, sebagai suami dari ibu Henly seperti yang tertera di brosur. Mungkin dia dulu pernah mengaku namanya Rianti, dan pura2 nanya harga sebagai calon customer.

Beliau katanya meminta maaf, sebagai bentuk itikad baik, dan nggak paham tentang gimana penggunaan gambar di internet, brosur yang dia bagikan pun dibuatkan oleh semacam agen, bukan dia sendiri, yang dia nggak tau menahu. Ketika aku coba singgung sedikit bahwa aku tahu foto-foto siapa yang diambil di brosur itu, dan apakah beliau sudah minta ijin pada mereka, dia mulai bernada marah, dan bilang bahwa itu urusan dia dengan mereka (para pemilik foto yang karyanya diambil) dan urusanku dengan beliau cuma sebatas fotoku yang ada di kiri atas brosur aja. Lho katanya nggak paham, katanya nggak tau menahu, gimana sih? kenapa marah? Harusnya dia bereaksi kaget dan bilang “oh ya? saya nggak tau kalo pembuat brosurnya juga mengambil gambar punya orang lain”. Menurutku lhooo….

Lalu, kami membicarakan tentang isi emailku, dimana pada paragraf terakhirnya aku cantumkan:

“Saya masih sangat membuka diri untuk membicarakan semua ini dengan baik2…. Dan saya menunggu itikad baik ibu, semoga kali ini ibu menyambut itikad baik saya sehingga saya tidak perlu membawa masalah ini ke level yang lebih serius. “

Dia menanyakan, maksudnya ke level yang lebih serius itu apa? apa akan menuntut? -dan sedih sekali inilah kata2 selanjutnya- “nggak bisa seenaknya dong menuntut saya, apakah foto itu bener2 milik ibu, apakah ibu punya hak paten terhadap foto itu? ibu tau undang2nya?? hukumnya?” (dengan nada yang sama sekali tidak ramah tentunya, kalo boleh dibilang gertakan, bapak2 itu menggertak aku, aku yang seorang perempuan). Aku harus menahan diri untuk tetap bersikap baik, sopan, dan sebagai orang yang emotional intelligentnya tidak rendah (kata mbak Ade harus begitu), gemetar tanganku memegang handphone, uhhhh… :((

Inilah kalimat terbaik yang bisa aku bilang, di tengah emosi dan setengah mati nahan marah “Saya sangat tersinggung bapak bilang itu bukan foto saya, karna itu memang foto saya, saya punya historinya, saya punya foto aslinya yang berukuran besar, dan saya siap untuk bertemu dan membandingkan bahwa foto ini benar2 milik saya!” Rasanya aku udah mau nutup telepon dan nangis dan lalu telepon papa di kantor, tapi aku kerdil kalo seperti itu, hey aku ada di pihak yang benar! aku lanjutkan mendengarkan lagi suara bapak itu di telepon.

“Ibu Yulia, saya cuma mau cari makan, saya nggak berniat sama sekali untuk merugikan ibu Yulia, saya sudah cetak brosur itu beberapa ribu, dan untuk brosur yang belum dibagikan saya akan tempel dengan kertas putih supaya gambar ibu tidak terlihat, tapi untuk brosur yang sudah dibagikan, saya tidak bisa berbuat apa2” -siapa di dunia ini yang nggak cari makan, pak? Bill Gates juga cari makan, orang gila yang berkeliaran di jalan juga cari makan. Iya untuk brosur yang belom disebarkan akan ditutup kertas putih, kalo yang sudah?

“Ibu, ibu harusnya bangga lho, foto2 ibu bagus sampe layak dimasukkan brosur, dan kue itu seni bu, saya tidak akan bisa membuat persis seperti yang ibu buat, punya ibu itu bagus”. -Orang itu berusaha memuji kue dan fotoku, terimakasih, tapi aku nggak perlu pujian palsu kayak gitu, aku muak.-

Diskusi itu berakhir dengan kesimpulan dia akan menutup brosur yang BELUM dia sebarkan dengan kertas putih supaya fotoku tidak kelihatan. Aku meminta beliau untuk mereply email yang aku kirim sebelumnya, aku perlu pegangan tertulis bahwa dia benar2 akan melakukan komitmennya itu. Katanya dia udah reply emailku, tapi sampe sekarang aku belum terima emailnya, aku udah SMS 4x bahwa aku menunggu emailnya, jam 18:42 kemarin direply dengan “Ibu maaf saya baru baca SMSnya dan saat ini masih di luar. Besok pagi saya resend email saya. Terima kasih untuk pengertiannya.” Aku reply lagi dengan “Baik, saya tunggu besok pagi sampai jam 8, ibu Henly. Terima kasih”.

Ini sudah jam 09.00, dan emailnya belum masuk di inbox makicakes.com ataupun di Gmail ku. Aku nggak tau sudah berapa minggu dia menyebarkan brosur pakai fotoku, aku cuma minta mereka menuliskan komitmennya di email aja mereka nggak menepati deadline yang aku berikan. SMS pun tidak kalaupun dia berhalangan mengirimkan email karena alasan apa.

Silahkan dibaca: (terima kasih pak Eko atas linknya)

http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_content&task=view&id=55&Itemid=219

Negara kita sangat melindungi hak cipta, jangan sembarangan, sampai bilang apakah aku tau hukumnya segala, ada Pak hukumnya, anda belum tau? sayang sekali…. Silahkan dibaca dan dicermati.

Maaf aku harus menulis update yang seperti ini, nggak mengenakkan, tapi sebagai pihak yang dirugikan aku merasa mereka cuma minta maaf secara basa basi aja, bahkan tidak serius ketika aku minta pernyataan tertulis bahwa mereka akan menutup bagian brosur mereka yang pake fotoku dengan kertas putih, padahal aku sama sekali tidak menuntut materi.

Jangan meremehkan kekuatan blog, hit tertinggi selama blogku ini online dicapai kemarin, di artikel pencurian foto itu, silahkan search di google dengan keyword “Pencurian Foto”. Aku juga minta tolong kepada teman2 sesama blogger andaikan tau ada kasus yang serupa, kebetulan tau foto teman kita dipakai oleh orang lain, tolong informasikan, mari saling bergandengan tangan melindungi hak cipta kita satu sama lain… Karna blog juga hasil karya cipta, jangan asal copy paste.

Categories: Di balik layar
  1. August 5, 2008 at 2:08 am

    Mugo2 cepet beres urusane…jangan takut Yul, kamu dipihak yg benar….
    sabar yho sayyy
    (Hiks… aku menasehati supaya dirimu sabar, tp aku sendiri yg gak sabar….uuuuuhhhhh……..)

  2. August 5, 2008 at 2:17 am

    Tetap semangat ya nduk, Gusti Allah ora sare…🙂

  3. August 5, 2008 at 2:22 am

    Hiks hiks … ikut ngerasa kesel dan sedih …😦
    Semoga semua usaha dan perjuanganmu berbuah manis .. InsyaAllah .. Aku yakin kok.
    Do’aku dari jauh ya Dek …

  4. August 5, 2008 at 2:28 am

    Sabar yah say, orang hidup itu emang penuh cobaan..mungkin ini salah satu ujian yg harus dihadapi sebelum dirimu menjadi pengusaha kue yg sukses *hug mama kintan*

  5. August 5, 2008 at 2:32 am

    ayo maki maju trus… kita semua mendukungmu🙂

  6. August 5, 2008 at 2:52 am

    Endi seh wonge? tak emute ndas e (sengaja pake ndas dudu sirah) !!!

  7. August 5, 2008 at 3:05 am

    Sabar ya Maki… Pasti banyak hikmah dari kejadian ini. InsyaAllah rejeki ga bakalan tertukar. Kita juga cari makan kan?!😉

  8. August 5, 2008 at 3:16 am

    * Ving, siapin bolo2 STM kita Ving, kita mau maju, hahahahhhaaa…..

    * Inggih mbak, suwun🙂

    * Suwun mbak Dianeka doanya, thanks yaaa… huaaaa jadi sedih…

    * Hugs bu, doain aku ya….

    * Mbak Ida, terima kasih banyak yaaa…

    * Satu lagi temen STM, tante Ve, hahahahah… Maaf kalo yang stm2 itu ya begitu tanggepannya langsung ngajak tawuran aja :)) William dandanin yang ganteng, kita mau masuk infotaintment, wakakaka…

    * Thanks yaa Shinta, iya rejeki nggak tertukar, iya aku juga cari makan, sama seperti dia🙂 But this is crime bu… mencuri foto dengan alasan cari makan, padahal dia bisa buka stand di mall besar, nggak masuk di logikaku bu….🙂

  9. August 5, 2008 at 3:20 am

    Yul, tetap semangat ya nduk…
    Salut sama ketabahan dan kesabaran mu sampai saat ini… Gud work Girl…
    Jaga emosi ya say – everything will be okay…🙂

  10. August 5, 2008 at 3:38 am

    Mbak Yulia,

    Sabar dan maju terus pantang mundur…jangan biarkan kejaliman itu berlanjut.
    wah kok jadi provokasi ya …wis pokoke kepala tetep dingin tapi tetep perjuangkan kebenaran.

    hidup Yulia!!!

  11. de
    August 5, 2008 at 4:14 am

    Maju trus mak, aku juga dulu gitu kok. Jangan nyerah karena kita BENAR!

    itu pasal terusterang bikin pelaku mengkeret. Walo ujung2nya cuma diakhiri dengan pemberian maaf, setidaknya kita bisa bikin mereka sadar hukum.

    Kalo respon dari bapak itu gak ngenakin, sebaiknya kamu kasih tau aja tuh ke orang2 luar yg fotonya ada disitu juga. Biar dia diserbu banyak orang.

  12. August 5, 2008 at 4:24 am

    *ikutan rombongan STM Mba ve wakopun bukan alumni hihihih*
    siap sediaaaaa…grak!! enak tuh kayanya kalo mulut tu bapak dilakban trus taro ditaman lawang…huahhahahhhaaaa

  13. August 5, 2008 at 4:40 am

    Mungkin ini bisa menjadi pertimbangan dari pengalaman saya juga sekaligus apa yang saya lakukan ..juga di disini .
    Tetap semangat untuk kebenaran

  14. August 5, 2008 at 4:49 am

    you’ve done the right things.. semoga bisa segera berakhir dengan baik..

  15. de
    August 5, 2008 at 4:50 am

    eh mak…hampir lupa aku

    “brosur yang dia bagikan pun dibuatkan oleh semacam agen, bukan dia sendiri, yang dia nggak tau menahu.”

    Saat ketemu nanti, minta dia bawa agen yg bikin brosurnya mak. Kalo emang dia benar nyuruh orang dan emang dia niat baik, dia akan bawa orangnya. Si designer brosur itu harus melek hukum juga.

    Trus jangan percaya gitu aja kalo brosurnya akan ditutup kertas putih. Minta dia nyerahin smua brosur yg udah dia cetak. Sebagai jaminan dia gak nyebarin lagi brosur yg ada foto kamu nya.

    Aku sih dulu gitu. Mereka bikin brosur baru tanpa foto aku nya. Dan brosur baru itu ditunjukin ke aku

  16. August 5, 2008 at 4:58 am

    Mb Yulia,
    Aku ngikutin terus blognya mb.. Salut sm smua usaha & kerja keras mb. Ngefans sama kue2 cantik buatan mb, ngefans sm kintan yg lucu. Pengen bs kyk mb juga, masih muda tp udah punya keluarga yg bahagia.

    Baca postingan yg masalah ini, rasanya ikut sedih juga. Ya mungkin aku emg g pernah ngerasain, tp bs ngebayangin jengkelnya digituin orang.

    Mudah2an smua cepet beres y mb.

  17. Bunda Najwa
    August 5, 2008 at 5:34 am

    Maju terus pantang mundur…Kebenaran akan selalu terungkap. Sabar yah mba aku disini hanya bisa bantu Doa dan support🙂

  18. August 5, 2008 at 5:42 am

    fiuuhhhh..panjangnya perjalanan menuju kebaikan..ini bukan perangnya maki seorang, ini perang semua blogger untuk memberantas pelanggaran hak cipta, bener tuh semua orang, si pelaku maupun agen brosurnya (kalo beneran ada) mesti dibuat melek hukum. Duhhh culasnya orang-orang ini..wooi pak henly bu henly..sadar dooonk..hiks

  19. August 5, 2008 at 6:26 am

    Maki, aku turut prihatin atas kasus ini. Pantang mundur yaaa……God Bless U.

  20. August 5, 2008 at 6:27 am

    Smoga berakhir indah….

  21. za
    August 5, 2008 at 6:50 am

    waaah, mampir2 ada berita sedih…

    mbak, kl ga ditutup kertas putih, minta aja nambahin keterangan alamat blog mbak di fotonya…biar orang2 yang nerima brosur bisa tau kl itu diambil dari karya mbak…. sapa tau, mereka malah pesen ke mbak….

    sukses ya mbak….

  22. ei
    August 5, 2008 at 9:03 am

    duuuuhhh…. masih ada aja cerita begini ya …
    lagian mo bikin brosur buat usaha mbok ya bikin sendiri apa yg mo dijual …
    jadi ikutan esmosi …
    semoga berakhir sesuai harapan ya …

  23. ely
    August 5, 2008 at 10:10 am

    wah ys sabar ya mbak sy juga rernah di remehkan begitu.sakittt banget.
    sama sahabat sendiri lagi.berjuang terus pantang mundur yaaaa

  24. August 5, 2008 at 10:19 am

    kebayang rasanya ‘ngobrol’ sama pak Rianti itu..
    pasti gemeter dan pengen nangis nahan marah
    duh Maki.. kalo aku disana udah aku peluk dirimu🙂
    sekali lagi nasihat basi: sabar ya say…

  25. Yuli
    August 5, 2008 at 10:39 am

    rasane kok telp buat basa2i doang seh?
    hey mister, yg bener donk, wis salah kok malah sak enak u**l geto, mbok ya ora usah ngono, kaya gitu tu ya bikin usaha ga maju.mau kaya geto?usaha ga bener iku
    ikut sebal:( dasar tak tau d***😦

  26. mamavino
    August 6, 2008 at 12:47 am

    *peluk maki* sabar yaa..
    douuh, ak dah nebak, bakalan pengakuannya kesalahan agen, ini pak rianti (pinjem istilahnya mba ratih) gimana sih pak, jd bohong berkali2 ketauan dee..
    kalo dia udah pernah nelpon sebagai cln customer, dia pasti dah pernah dong ke blog ini..
    jd pelajaran buatku, utk pake watermark kedepannya..

  27. hanum
    August 6, 2008 at 1:13 am

    aku ngikutin juga update penipuan foto ini. turut prihatin yo Mama Kintan. Sing okeh sabare…daaaaaan yang lebih penting….jgn sampai mempengaruhi mood Maki berkarya.

  28. bunda iffat
    August 6, 2008 at 1:16 am

    selamat datang di dunia bisnis maki!dunia yang penuh persaingan,kecurangan,intrik juga mistik!tapi jangan takut,karena Allah SWT selalu bersama orang2 yg jujur.Aku juga ngucapin selamat atas naiknya peringkat dikau dari pemula jadi pengusaha yg diperhitungkan orang.saluuuttt bu!!!btw,jangan menyerah ya memperjuangkan hak mu, karena orang yg mati demi memperjuangkan harga dirinya itu dihitung mati syahid loh!jadi maju terus pantang mundur!!!MERDEKA???!!!

  29. ik
    August 6, 2008 at 2:06 am

    halah…halah… bisa buka stand di mal gede, kok cuma bisa bikin brosur dari agen kacangan? tipu2 banget yo!! yang sabar, maki…
    btw, cara marahmu udah sesuai dengan skor EQ yg very superior kok, hehehe…

  30. August 6, 2008 at 3:12 am

    biasa yul. orang yg suka marah2 itu biasanya sedang nutupin kesalahannya sendiri.
    pada akhirnya, kebenaran yang akan menang🙂

  31. Hanny
    August 6, 2008 at 3:31 am

    Mba daripada minta email, meningan langsung minta SURAT PERNYATAAN di atas materai. Kekuatan hukumnya lebih menjamin ketimbang via email

  32. Hanny Chendrana
    August 6, 2008 at 3:34 am

    Mba daripada minta email, meningan langsung minta SURAT PERNYATAAN di atas materai. Kekuatan hukumnya lebih menjamin ketimbang via email yant tanpa materai, secara kalo beneran nanti sp jalur hukum, pembuktian juga lebih gampang

  33. aya
    August 6, 2008 at 4:10 am

    Mba, jangan takut…
    Maju terus.. itu hak kita jangan patah semangat..
    Do’a kita selalu bersamamu (halah gaya bener) tapi bener deh.. kita smua pasti bantu do’a.
    Daripada perang via telpun, mending datangin aja langsung mba dan suruh buat surat pernyataan diatas materai (spt mba hanny saranin). Karena klo mau dituntut sampe ke meja hijau, mba dah punya bukti kuat.

    Pokoke mba… MAJU TERUS…

  34. Hanny Chendrana
    August 6, 2008 at 4:59 am

    ketinggalan….biar lbh kuat minta srt pernyataannya dicap notaris, minta dilegalisasi ato diwaarmerking. tp meningan dilegalisasi aja krn tingkat pembuktian hkmnya lbh kuat ketimbang waarmerking😉

  35. August 6, 2008 at 5:59 am

    dear…
    ngadepin yang gini mesti kepala dingin. jangan sampe malah kita yang bonyok..ya perasaan, ya mood, hargadiri.
    terus berjuang ya..aku liat banyak banget yang ngasih support..
    semoga segera berakhir bahagia..

  36. ira
    August 6, 2008 at 8:23 am

    maju terus maki….. pantang mundur!!!

  37. August 6, 2008 at 8:33 am

    Maki… for next, fotonya dikasi label pas di tengah, tp dibikin save for web.
    Jd klo ada yg nyomot, ga bisa menghapus label tanpa merusak gambar.
    Biar pada ga bisa nyolong hasil karya org lain tanpa ijin.

  38. Ayu
    August 6, 2008 at 9:43 am

    jgn takut mba, orang seperti bapak itu memagn harus di tegesin … dituntut aja mba .. nyebelin . (aduh kok aku masih emosi ya😦 )

  39. nur
    August 7, 2008 at 2:18 am

    Ikut kesel baca blogmu. Memang orang gitu enaknya diapain yah ? di black list aja kali yah. Sabar ya Yul, kesabaran itu berbuah manis. Semoga dia mendapat balasan yang setimpal. Kerja dengan kejujuran insyaallah lebih berkah

  40. Irene Rifaie
    August 7, 2008 at 3:44 am

    Mbak.. baru baca nih.. ikutan sebel deh..
    Mbak, saranku sih minta di post surat pernyataan maaf di media massa aja mbak, eg. Kompas atau koran lainnya . Biar kapok sekalian, dan juga supaya memastikan plagiat seperti begini tidak terjadi utk ke temen2 lainnya juga. Sabar ya mbak….
    Ps. Masih bingung nih KA vs. Kenwood ;))

  41. August 8, 2008 at 6:11 am

    Sabar ya Yul en kalo kita bener jangan takut untuk terus di perjuangkan. Memang orang salah biasanya yang malah lebih emosi (tipikal lah pokoknya), salut deh ih kalo dirimu masi bisa nanggapin dgn kepala dingin dan mmg seharusnya begitu, jadi orangnya makin mrasa bersalah hehe😛 Aku ngerti banget tuh perasaan ‘dicuri’, rasanya jerih payah kita ga dihargai gitu yah.. Pdhal dengan permintaan maaf dan itikad utk memperbaikinya juga udah cukup ya Yul -dan ditambah ongkos kerugian materil serta non materil- hahaha😛.. eh becanda.. chayo jeng!

  42. andry 'aya'
    August 8, 2008 at 10:36 am

    yul…. wis ndang nomer hapene dipublish
    cekne dibom sms karo arek2 (apa gunanya punya temen banyak)
    modhar…. modhar…. huahahahahahaha
    tawur wissss

  43. Hanny Chendrana
    August 8, 2008 at 12:17 pm

    Btw Bapak itu bego bgt seh bukan hak paten tp hak cipta kali. Hak paten itu untuk penemuan2 baru, antara lain teknologi semcm itu. Masih banyak orang yang salah kaprah dengan pengertian hak paten *sigh*

  44. August 8, 2008 at 6:22 pm

    mba maki..baru sempet baca ceritanya ni, tau gitu kemaren pas tel-an kita bergosip tentang ini yaa, huakakaka..

    mba, di organisasiku (AIMI) juga seperti itu, ada pihak yang kita lemparkan “surat cinta” atas pelanggaran susu formula juga beraninya by phone aja, mereka ga berani dengan surat tertulis/email, soalnya itu akan jadi bukti nyata sementara klo tel kan tidak bisa dibuktikan kebenarannya kecuali di rekam..

    hmm jadi yaa itu trick nya si PENYOLONG GAMBAR!!!!!! Sebellll pasti yaa dirimu..aku doakan supaya semua cepat kelar, dan kalau di macam2 beneran bawa aja ke meja hijau, tohh ada di Roy Suryo yang bisa melihat keaslian gambar dan foto..

  45. Nita
    August 19, 2008 at 4:07 pm

    Pingin ikutan komen walaupun telat. Mbak, ikut sedih ya atas kasus pencurian foto. Memang di negara kita nih belum ada penghargaan ya untuk hasil karya cipta seseorang. Semua pada gampang asal copy Paste, apa lagi di dunia maya. Tapi kalau peraturan bener ditegakin repot juga ya? Bayangkan, kalau cuma untuk buat cake mariposa aja kita musti ijin dan bayar royalti ke Matel pemilik syah gambar barbie, kan repot Juga ya… Capek deh

  46. August 20, 2008 at 12:44 am

    * Nita, yang kayak gitu beda. Orang ini pake fotoku, hasil karyaku, dan MENGKLAIM ITU BIKINAN DIA, beda kasus, aku nggak mengklaim mariposa itu karakter bikinanku kok. Mungkin kita harus pada posisi yang sama dulu, sama2 korban pencurian foto yang hasilnya diklaim bikinan orang lain, jadi tau “gini lho rasa sakit hatinya”… Melihat dari sudut pandang sebagai penonton beda banget Nit… Thanks atensinya ya🙂

  47. Ayu Wibisono
    September 6, 2008 at 10:14 pm

    Mbak Yulia,aku salah satu customer yg sangat suka karya2 Makicakes..absen lama baca blog & web makicakes, baru baca blognya lagi & tiba2 baca kasus pencurian photo..
    Aku aja sebel banget bacanya, apalagi mbak yang udah mengerahkan daya upaya menciptakan kreasi tsb..Yang namanya photo kan bukti hasil karya mbak Yulia..aku aja tertarik pesen karena liat photo2 karya mbak..eh kok dicolong & diakuin sebagai karyanya..ga sopan bgt tu..
    Menunjukkan bahwa sebenarnya dia ga punya portfolio hasil karyanya!!
    Publish aja email & no hpnya mbak,nanti pasti banyak yg akan protes ke dia..termasuk aku tentunya..
    Tetap semangat ya mbak..

    P.S. Untung aja mbak punya blog ini..jadi banyak yg tau bahwa cake2 yg di brosur bukan buatan dia (dan notabene diambil tanpa ijin)

  48. Gilang
    October 12, 2008 at 8:15 am

    Salut buat mba yulia sy dukung mbak!! ngmng2 saya akan menjadikan pengalaman mbak sebagai bahan untuk TA sy, qra2 blhkah sy mndpt crita yg lebih rinci,sprti nama plaku planggaran dan lokasi peristiwa..kyk reporter.ha2.

  49. funky fun-T
    February 16, 2009 at 3:57 pm

    Dear mba yulia,
    aq mw jadi temen baru yaa… 😀
    mungkin aq telat banget y posting comment di sini, soalnya aq baru visit blog mba.
    pas baru buka blog mba eh terus baca tentang pencurian foto mba, ih rasanya ikutan ngerasa sakit deh… sedih juga..
    tuh orang jahat banget deh, ga cukup nyuri foto, tapi berani-beraninya ngomong keras ke mba (padahal uda salah juga masi belagu 😛 )
    aq juga pernah ngerasain saat-saat bikin kue yang penuh dengan hard work, keringat, gagal-gagalnya dan hal-hal menyentuh yang ikut dilakukan suami untuk support aq – jadinya aq bisa ngerasain banget perasaan sakit hatinya mba yulia pas karyanya dibajak fotonya.
    Tapi tenang aja, mba..orang sabar disayang Allah… 🙂

    Btw, salut banget sama blog n foto2 kue mba, inspiring banget, apalagi buat aq yang baru mw seriusin usaha kueku lagi yang sempat mandek, jadi semangat lage ney he he.. doain y mba, smg bisa sukses kaya mba yulia hi..hi..hi.. 😀
    Thx y , mba..gudluck 4 maki !!!

  1. August 5, 2008 at 2:04 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: