Home > Di balik layar > sukaDUKA Bakulan – edisi Mei 2011

sukaDUKA Bakulan – edisi Mei 2011

Pepatah yang sangat terkenal adalah, “Pembeli adalah Raja” – iya betul kok itu. Apa yang saya jual? saya menjual kue, tidak hanya kue tapi juga service, apalagi saya jualan online, tidak ada toko representatif, yang pembeli tidak tahu dimana saya berada, pemesanan hanya lewat tulisan email saja, dan pembayaran hanya berupa angka-angka di layar internet banking saya. Bagaimana jualan seperti ini bisa bertahan? Kuncinya adalah memegang komitmen dengan sungguh-sungguh.

Apa kue yang diinginkan pembeli, bagaimana hiasannya, apa yang boleh dan tidak boleh ada di kue tsb, serta yang paling penting WAKTU, jam berapa kue harus sampai di tempat.

Beberapa hari yang lalu, karena ada missunderstanding dengan kurir yang harusnya sampai di rumah pagi, ternyata masih jauh, baru mau berangkat, sedangkan kue ditunggu untuk acara ulangtahun jam 12 siang di Jakarta, saya terpaksa harus pesan taksi, berangkat dengan anak2 yang belum makan siang (jam 11 siang), Kintan baru pulang sekolah, dan Kinar baru bangun tidur, saya bawa anak2 nganter kue. Kuenya bagus (kata saya, hihihihi), semua keinginan customer saya bikinkan semua, tapi kalau kue datangnya setelah acara bubar, buat apa? Untungnya masih ada waktu 1 jam sebelum acara dimulai, jadi saya dan kurir janjian di tengah-tengah, karna masuk Jakarta dengan taksi juga nggak mungkin, malah lebih lama lagi, saya ketemu dengan kurirnya di Lenteng Agung, serah terima kue, lalu pulang lagi (thanks pak Zai, walaupun ada masalah tapi selalu ada solusinya🙂

Pernah, kue saya datang saat acara sudah selesai 5 menit sebelumnya. Waktu itu saya sedang di luar rumah (pagi2 kue sudah selesai, lalu survey sekolah SD untuk Kintan), kue ada di rumah, kurir nggak ngabarin kalo akan terlambat pickup, ketika saya tau kurirnya belum pick up, nggak memungkinkan kalau ngejar pulang lalu berangkat nganter kue, tetep akan terlambat, . Tuan rumah yang punya acara sampai mundurin waktu acaranya, tapi tetep nggak keburu, dan kejadian, kue datang waktu pestanya sudah selesai. Kue yang saya buat sepenuh hati, tapi karena datangnya terlambat, nggak berguna apa2, malah nambah sedih pemesannya. Dengan maksud yang baik, saya menawarkan untuk mengembalikan uang yang sudah ditransfer pembeli, yang terjadi, pembeli yang tadinya sudah memafkan saya, lebih marah lagi melebihi sebelumnya😦 Walaupun hanya berupa tulisan di email, tapi cukup membekas untuk saya, menangis lah saya dipeluk papa, telpon kurir, mau marah juga nggak ada gunanya, akhirnya kurir dan sekaligus owner armada kurir tsb akan visit ke ibu yang memesan tadi untuk meminta maaf, dan karena saya tidak bisa keluar rumah (waktu itu Kinar masih umur beberapa bulan), saya menitipkan kado ulangtahun.

Kurir yang mau visit, nggak jadi karena ibu tsb mungkin sibuk, jadi kado dari saya (yang saya belinya di toko online karena nggak bisa keluar rumah) diantar oleh kurir. Ibunya masih di kantor waktu itu, siang2. Saya SMS dengan hati-hatiiii sekali menyusun kata-kata, bahwa kejadian keterlambatan kemarin sangat saya sesali, begitu pula dengan pihak kurir. Ibu tsb memaafkan, walaupun kecewanya tidak bisa dihapus, iya saya mengerti.

Jam 4 pagi ketika mau memulai bikin kue lagi, ada SMS dari ibu tadi, isinya beliau sangat tersinggung karena kadonya menurut beliau dibungkus kurang rapi, dan kado itu dianggap sebagai penghinaan (isinya tas anak2). Jam 4 pagi juga saya bangunkan papa, menagis saya tersedu-sedu, saya menganggap diri saya sudah maksimal, tapi karena batasan jarak dan waktu yang akhirnya komunikasi hanya dilakukan lewat tulisan, disalah artikan. Saya balas SMSnya dengan tetesan airmata, dan perasaan sedih sekali, bahwa demi Allah niat saya baik, kalaupun ada salah paham, saya hanya pasrah. Kado itupun, saya tidak lihat bungkusnya seperti apa karena pesan lewat internet, dan menurut kurir yang mengantar keadaannya baik. Sudah titik, saya ambil pelajaran dan hikmahnya, untuk diri saya, dan sekarang untuk teman-teman yang juga punya usaha bakulan kue kayak saya, dengan menulis di blog ini, kejadiannya lama, sudah tahun lalu, cukup lama menyembuhkan luka sampai saya bisa menuliskan di sini. Ibu tersebut, sepertinya sudah memutuskan untuk memutus tali silaturahmi, saya diremove dari FB nya.

Kalaupun ibu tersebut membaca, saya tidak menyalahkan siapa2 karena pada mulanya memang kesalahan mulai dari pengiriman, yaitu dari sisi saya, ibu marah saya berusaha untuk mengerti, mungkin saya juga yang salah karena hanya waktu yang bisa menyembuhkan kekecewaan ibu pada saya. Saya sudah berusaha.

Pelajaran dari pengalaman yang ini, jangan menyepelekan soal WAKTU PENGIRIMAN, ketika kita sudah selesai membuat kue, kuenya bagus, lucu, tugas belum selesai, tugas kita adalah memastikan kue sampai dengan baik dan tepat pada waktunya. Dan untuk customer yang kecewa, jangan serta merta menawarkan untuk mengembalikan uangnya, kita harus telaah dulu bagaimana tipe customer ini, bisa jadi beliau akan lebih tersinggung, karena uang bukan masalah (seandainya uang adalah masalah, nggak akan jauh2 hari booking kita, dan cake custom yang harganya jelas di atas bakery), yang masalah ada service yang kita berikan tidak cukup memuaskan, dan service itu tidak ternilai dengan uang.

Jadi ketika kue sampai misalnya dalam keadaan rusak, sebisa mungkin perbaiki, kalau gampang diperbaiki, misalnya bisa dilem pake air, minta tolong customernya, kalau kerusakannya major, apa boleh buat, bawa kuenya pulang lagi, kita perbaiki, lalu kita antar lagi. Minta maaf saja tidak cukup, harus ada tindakan yang nyata sebagai bukti komitmen kita.

Kalau agak susah memahami, cobalah sekali-kali jadi customer dan beli sesuatu di toko online lain, nggak harus kue, apa aja, saya sering coba kok, dan jadi tau, eh ternyata saya beli online karna nggak mau yang ribet2, tinggal pesen, transfer, barang dikirim, atau transfernya belakangan, hiehiehiehie, ini sih sama yang udah kenal2 aja, kalo nggak kenal nggak berani😀

Suka duka memang kata-kata yang harus digandengkan, kalo suka aja, bisa membuat kita lupa diri, kadan-kadang pengalaman yang ada dukanya yang malah memberi kita pelajaran. Kalau ada kejadian yang tidak mengenakkan, silahkan aja sedih, ya manusiawi kok, tapi jangan putus asa, diambil hikmahnya untuk lebih baik di pesanan-pesanan lain yang akan datang. Kalau kondisi kita masih terbatas (peralatan terbatas, waktu terbatas), jangan fokus pada kekurangan, fokus pada kelebihan kita, supaya kita bisa maju…. Kalau ada suara sumbang, yah cuekin aja, nggak usah terlalu mikirin komentar2 sumbang yang akan mematahkan semangat kita,  Selamat bakulan ya!

Special thanks to my cheerleader, hihihihi, muach muachhh! dan teman-teman yang selalu mensupport, atau nemenin makan bakso, qeqeqeq….

This slideshow requires JavaScript.

Categories: Di balik layar
  1. intan
    May 3, 2011 at 12:17 pm

    duh mbak… bacanya aku ikut deg2 plas!!
    salut buat mb yulia yg bs melewati segala masalah dengan cukup sabar, ikhlas dan berani🙂
    semoga bakulannya makin lancar yaaa, semoga daku jg bs kayak mb yulia kalo dah bakulan serius nantinya😀

  2. Feiby
    May 3, 2011 at 12:26 pm

    Like this…!!! Jd lebih menambah semangat saya untuk bakulan…Keadaan saya kurang lebih sama dgn maki, bakulan kue sambil ngurusin 2 anak perempuan. Anak saya yg pertama seumur dgn kintan, yg kedua umur 3 tahun tp untuk pengalaman suka dan dukanya, jelas masih lebih banyak pengalaman maki. Saya banyak belajar darimu mbak…Berharap nanti bisa kursus ke Depok :p
    Tetap semangat ya maki…Salam dari Sumbawa

  3. May 3, 2011 at 12:29 pm

    *Hug* plong ya abis cerita… emang perlu, buat share juga ke yang lain… Betul, masalah waktu itu paling penting… Semangat terus yaaaa

  4. ina
    May 3, 2011 at 2:42 pm

    hugs maki…thank you for sharing dan mengingatkan..peluk lagiiiiiiiiiiii…

  5. May 3, 2011 at 2:56 pm

    huhuhuhuhuhu ngena banget mba ….jadi inget pengalam 2 tahun ini bergelut dengan dunia baking dan jual cake online ….semoga makin kuat ya kita ^_^ …SEMANGATTTTTT

  6. Ginnie
    May 3, 2011 at 5:14 pm

    ya ampun maki, ga kepikiran loh ternyata punya pengalaman seperti itu, kirain semua serba lancar jaya. Hebuaaaaaaaaaaaaaaat euy si Maki. Tetap semangat ya.. Ayo, bikin kurir kue sendiri aja, jadi kan lebih jaminan.

  7. alifya bakers
    May 3, 2011 at 5:56 pm

    salam mbak yulia….sama jg yg berlaku pd aku…sedih,pilu dan kecewa..semuanya sdh ku rasa…aduh…kadang rasanya mau berhenti dari baking jualan online…tapi minat dan perlunya menambah pendapatan kehidupan buatku teruskan juga…
    mbak terima kasih karena memberi semangat sebagai seorang suri rumah dan pengusaha kueh… aku juga mau kuat kayaknya mbak yulia… semoga mbak sekeluarga sentiasa kuat ya..

  8. May 3, 2011 at 6:19 pm

    Maki-ku…semua yang dibilang bener semua….jadi ketika aku baca,yang keluar dari mulutku…”heeh,bener,iya,ngangguk-ngangguk”…jualan kue online ga segampang jualan biasa …JUJUR dan berusaha semaksimal mungkin ,karena ternyata yang beli itu berharap “sangat banyak kepada kita”. Ciayo makiii…love you…love you sooo much…

  9. Aulia Maulista
    May 4, 2011 at 1:44 pm

    Maki,,, huhu selalu menginspirasi dan memotivasi… Aq newbie tapi semangat mo punya usaha kek Maki,,, Wakakakkaka… Soalnya jenuh banget jadi karyawan,,, soale kudu ninggalin anakku yg masiy 6 bulan hiksss… Blom lg suka dmarah2in bos dkantor hiksss… Tapi pekerjaan apapun itu pasti ada resiko dimarahin orang haha… Sabar ya makiiii… Sabar itu kunci sukses, n yg trpenting mempertahankan kesuksesan yg uda susah2 didapet ;)) *ngiri ngiri bisa ngurus anak sendiri gak diserahin orang** Love Maki,,, Salam buat Kintan n Kinar ;))

  10. May 5, 2011 at 11:42 am

    owhh iki toh hasil semedi ne mau ?😀

  11. May 14, 2011 at 6:45 pm

    salam mbak yulia, apa kabar.rindu banget sama kinar n kintan.walaupun kita bertemu sebentar saja january lalu dirumah mbak. tp saya rasa seperti lama kenal mbak lewat blog dan tulisan mbak.
    terima kasih kerana memberi semangat untuk saya berjualan kue online. anak kita sama umurnya mbak. kita punya byk cabaran mbak. tapi insyallah, berserah pada allah. allah menolong kita.
    moga mbak sukses

  12. Ayu Erlina
    September 10, 2011 at 5:15 am

    Dear Non Yulia,

    Sudah lama sekali rasanya kita tidak bertukar kata y a..Aku dulu sering pesan Japanese Cheesecake Maki yg top itu.
    Sekarang pun masih ngiler kalo inget cheesecake-mu, tp gak mungkin dikirim ke seberang lautan😦
    You are a very thoughtfull and kind person. Jadi semua yg dibuat oleh Yulia akan sangat berarti untuk penerima krn dibuat dengan sepenuh hati…
    Keep your great job !!

    P.S. Salam untuk kru cilik dan Papa Kinan yg selalu mendukung dirimu.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: